Jumat, 03 Maret 2017

Ciri-ciri Cobaan

*Pembahasan*

_*Pertanyaan:* bgmn seorang dpt terkena gangguan syaithan atau sihir padahal tidak jauh/meninggalkan dari ibadah wajib dan sunnah, bahkan tanfidz atau juru dakwah..?_

_*Jawaban:* perlu diketahui bahwa maksiat bukan satu satunya syarat datangnya bala'_

*_secara umum bala' ada 4 jenis, yaitu:_*

1. *Bala' al Intiqam* (cobaan sbg balasan).
Jenis ini terjadi pd kaum kafir, munafik dan fasik, sbg Alloh membalas mereka agar menjadi pelajaran bagi yg lainnya, misalkan terjadi pada Fir'aun dan sejenisnya.

2. *Bala' Tadzkirah* (cobaan sbg peringatan).
Jenis ini datang dari Alloh pd hamba Alloh yg menyimpang atau bermaksiat dlm kondisi lupa/lalai, tapi dlm hatinya ada kebaikan yg diketahui Alloh, lalu Alloh memberi cobaan berupa penyakit misalnya, hingga dia kembali mengingat Alloh kemudian bertaubat.

3. *Bala' al Ikhtibar* (cobaan sbg ujian).
Jenis ini menimpa seluruh orang yg mengaku dirinya beriman, sebagaimana dalam Al Qur'an _Surat Al a'nkabut:2-3_
Jika dia benar seorang mukmin sejati, maka ia bersabar, berikhtiar, dan memohon kpd Alloh agar meneguhkan agamanya, hingga bala' tsb berlalu dan ia lulus ujian dg izin Alloh.
Jika dia hanya seorang yg mengaku beriman secara zhahir anggota tubuhnya dan tidak benar benar beriman, maka dlm menghadapi ujian ia akan menyimpang dan tidak bersabar hingga gagal dlm ujian kemudian tampaklah hakekat keimanan dia yg sebenarnya.

4. *Bala' at Tamhish atau at Takhfif wa Raf'u Darajat* (Cobaan sbg pembersih atau peringan dab pengangkat derajat).
Jenis ini menimpa pada orang yg telah beriman dengan benar dan lurus. Sebagaimana terkandung dlm Al Qur'an Surat _Al Baqarah ayat 155 dan 214._

Rasulullah Muhammad _Shallallahu alaihi wasallam_ bersabda, _"Tidak seorang muslim pun yang terkena suatu penyakit atau sejenisnya melainkan Alloh akan menggugurkan kesalahannya sebagaimana pohon yang menggugurkan daunnya."_ (HR Bukhari dan Muslim)

Juga bersabda, _"Barangsiapa yang Allih menginginkan kebaikan kepadanya, maka ia akan menerima cobaan dariNya."_ (HR Bukhari)
Juga bersabda: _"Jika Alloh ingin memberikan kebaikan kepada seorang hamba, maka Dia akan menyegerakan hukuman kepadanya di dunia, dan jika Alloh menginginkan keburukan pada HambaNya, maka Dia akan menangguhkan hukuman tersebut hingga ia akan menerimanya di Hari Kiamat."_

Juga bersabda: _"Besarnya ganjaran/pahala yang diterima oleh seseorang adalah sebesar cobaan yang diterima. Dan Allah apabila mencintai suatu kaum, maka Dia akan menguji mereka. Barangsiapa yang ridha, maka ia akan mendapat keRidhaan Allah dan barangsiapa yang marah, maka ia akan mendapat Murka Alloh."_ (HR Tirmidzi)

Kini lihatlah diri Anda, termasuk dalam golongan Bala' yang mana..?
Jika termasuk yg pertama, maka berlindunglah kepada Alloh dari hal itu dan berusaha kembali kepada Alloh sebelum terlambat.
Jika termasuk yg kedua, maka mohonlah kpd Alloh agar Dia mengembalikan Anda kepadaNya dan agar bala' tsb menjadi peringatan dan Rahmat.
Jika termasuk yg ketiga, mohonlah kpd Allah agar Dia meneguhkan Anda dan _berikhtiar yg lurus &  bersabar_ hingga lulus ujian.
Jika termasuk yg  ke empat, maka _bersabar dan memuji Allah_ ,
karens Dia ingin menghapus dosa, menyucikan dan meninggikan derajat Anda di dunia dan kelak di Akhirat.

_Intinya jika seorang mukmin terkena gangguan syaithan atau sihir, maka pengaruhnya tidak akan sehebat yg dirasakan oleh seorang yg fasik atau munafik jika mereka mengalami hal tersebut_.
Syaithan atau sihir hanya dapat menimpakan penyakit kepada orang mukmin yg menyebabkan ia harus berada di atas tempat tidur, atau susah tidur, atau mimpi buruk.
Sebagai ganti untuk dpt membuatnya meninggalkan sholat, maka setan hanya dapat mengganggu sholatnya saja.
Dan semua itu dengan karunia Alloh akan menjadi ringan karena ketaatan seorang mukmin tersebut.

*Semoga bermanfaat*

_Syifa Al manshurin "313"_

KALIAN PASTI AKAN MENJADI BUIH

🌊 KALIAN PASTI AKAN MENJADI BUIH 🌊

يُوشِكُ الْأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزَعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمْ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمْ الْوَهْنَ فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهْنُ قَالَ حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ

“Hampir saja para umat (kafir dan sesat )mengerumuni kalian dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka berkumpul menghadapi makanan dalam piring”. Kemudian seseorang bertanya,”Katakanlah wahai Rasulullah, apakah kami pada saat itu sedikit?” Rasulullah bersabda,”Bahkan kalian pada saat itu banyak. Namun kalian bagai buih yang mengapung . Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian ’Wahn’. Kemudian seseorang bertanya,”Apa itu ’wahn’?” Rasulullah berkata,”Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Abu Dawud dan Ahmad)

WAHN secara bahasa memiliki pengertian penakut,  pengecut.

Penyakit WAHN timbul karena dua virus yakni cinta dunia dan takut mati.

ﻓَﻘَﺎﻝَ ﻗَﺎﺋِﻞٌ ﻭَﻣِﻦْ ﻗِﻠَّﺔٍ ﻧَﺤْﻦُ ﻳَﻮْﻣَﺌِﺬٍ

Maka seseorang bertanya: ”Apakah kami pada saat itu sedikit ?”

ﻗَﺎﻝَ ﺑَﻞْ ﺃَﻧْﺘُﻢْ ﻳَﻮْﻣَﺌِﺬٍ ﻛَﺜِﻴﺮٌ ﻭَﻟَﻜِﻨَّﻜُﻢْ ﻏُﺜَﺎﺀٌ ﻛَﻐُﺜَﺎﺀِ ﺍﻟﺴَّﻴْﻞِ

Rasulullah menjawab  ; ”Bahkan kalian banyak, namun kalian seperti buih mengapung( di lautan).

YA, jumlah kalian banyak tetapi kalian hanya akan menjadi BUIH,  kesempurnaan yang kalian impikan hanyalah angan-angan kosong, kerana RosulNya telah bersabda( dan beliau pasti benar dengan sabdanya)  bila..

✔️kalian akan menjadi buih yang berisi sampah di pinggir pantai dan bukan menjadi sempurna. 
✔️Kalian akan cinta dunia tidak benci dunia. Kalian akan takut mati tidak berani mati.
✔️Jumlah kalian banyak tidak sedikit. 
✔️ Kalian memiliki penyakit wahn pengecut lagi penakut tidak pemberani
✔️Kalian bukan air laut tetapi kalian akan menjadi buih yang mengapung
✔️Musuh kalian akan datang kepada kalian dengan memakan kalian, bukan kalian yang memakan mereka.

buih hanya gelembung yang hilang ditiup angin.
Buih hanyalah mainan anak-anak kecil seperti permainan gelembung udara yang ditepuk dengan tangan.

Apa jalan supaya tidak menjadi buih yang mengapung  ?

Tips apabila kehilangan handphone dari pencurian / kehilangan​

Wajib di baca :

Tips apabila kehilangan handphone dari pencurian / kehilangan​

jika handhpone anda hilang.. Tahukah Anda!!!
Jika anda kehilangan hp, anda bisa melacaknya.

Kebanyakan kita sentiasa bingung waktu hp kita dicuri/hilang.

Setiap hp memiliki no IMEI yaitu ​International Mobile Equipment Identity ​yang dapat digunakan untuk melacak keberadaan hp anda di mana saja di seluruh dunia.

Cara melihat fungsi dari IMEI ....

1. Tekan *#06# lalu ok/call  pada hp anda.

2. Hp anda akan menunjukkan ​15 digit no IMEI yang unik.

3. Catat no IMEI tersebut di tempat yang aman jgn di dalam hp anda sendiri krn ini adalah nomor yang akan membantu melacak hp anda apabila hp dicuri.

4. Seandainya hp anda dicuri, anda hanya perlu ​E-mail 15 digit No. IMEI ke cop@vsnl.net​ beserta data-2 seperti di bawah.

Nama anda: ____________________
Alamat: ______________________
Model hp: _________________
Buatan: _________________________
No. terakhir digunakan:_________________
E-mail untuk dihubungi: _____

Tgl kehilangan: ___________________
No. IMEI: _______________________

5. Tidak perlu ke kantor polisi

6. Hp Anda akan terlacak dalam tempo 24 jam melalui sistem GPRS dan internet, Anda akan dapat melacak di mana hp anda sedang beroperasi walaupun kartu SIM telah ditukar.

​SEBARKAN PESAN INI KARENA SANGAT MEMBANTU...🙏🏻🙏🏻

Kamis, 02 Maret 2017

Hasan Basri Ditanya

Hasan Basri ditanya: Apa rahasia zuhudmu di dunia ini? Beliau menjawab:
1. Aku tahu rizqiku tidak akan diambil orang lain, karena itu hatiku selalu tenang.
2. Aku tahu amalku tidak akan dikerjakan orang lain, karena itulah aku sibuk beramal shaleh.
3. Aku tahu ALLAH Ta'ala selalu memerhatikanku, karena itulah aku malu jika ALLAH melihatku sedang dalam maksiat.
4. Dan aku tahu kematian itu sudah menungguku, karena itulah aku selalu menambah bekal untuk hari pertemuanku dengan ALLAH........

              Sahabat2ku...

           Jangan tertipu
        dengan usia MUDA
        karena syarat Mati
         TIDAK harus TUA.

   Jangan terpedaya dengan
        tubuh yang SEHAT
       karena syarat Mati
       TIDAK mesti SAKIT

   Jangan terperdaya dengan
        Harta Kekayaaan
                sebab
    Si kaya pun tidak pernah 
     menyiapkan kain kafan
             buat dirinya
      meski cuma selembar.

      Mari Terus berbuat BAIK,
         berniat untuk BAIK,
     berkata yang BAIK-BAIK,
   Memberi nasihat yang BAIK
Meskipun TIDAK banyak orang
      yang mengenalimu dan
   Tidak suka dgn Nasihatmu

        Cukup lah  اللهِ yang
     mengenalimu lebih dari
           pada orang lain.

      Jadilah bagai JANTUNG
        yang tidak terlihat,
     tetapi terus berdenyut

     setiap saat hingga kita
terus dapat hidup, berkarya
     dan menebar manfaat
       bagi sekeliling kita
     sampai diberhentikan
              oleh-NYA
     
                Sahabat2ku...

"Waktu yang kusesali adalah
         jika pagi hingga
      matahari terbenam,
amalku tidak bertambah
            sedikit pun,
  padahal aku tahu saat ini
       umurku semakin berkurang"
       (Ibnu Mas'ud r.a.)

Rabu, 01 Maret 2017

Bab Tentang Berburu

Berburu

بَاب فِي الصَّيْدِ

2847 حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عِيسَى حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ هَمَّامٍ عَنْ عَدِيِّ بْنِ حَاتِمٍ قَالَ { سَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُلْتُ إِنِّي أُرْسِلُ الْكِلَابَ الْمُعَلَّمَةَ فَتُمْسِكُ عَلَيَّ أَفَآكُلُ قَالَ إِذَا أَرْسَلْتَ الْكِلَابَ الْمُعَلَّمَةَ وَذَكَرْتَ اسْمَ اللَّهِ فَكُلْ مِمَّا أَمْسَكْنَ عَلَيْكَ قُلْتُ وَإِنْ قَتَلْنَ قَالَ وَإِنْ قَتَلْنَ مَا لَمْ يَشْرَكْهَا كَلْبٌ لَيْسَ مِنْهَا قُلْتُ أَرْمِي بِالْمِعْرَاضِ فَأُصِيبُ أَفَآكُلُ قَالَ إِذَا رَمَيْتَ بِالْمِعْرَاضِ وَذَكَرْتَ اسْمَ اللَّهِ فَأَصَابَ فَخَرَقَ فَكُلْ وَإِنْ أَصَابَ بِعَرْضِهِ فَلَا تَأْكُلْ }

2847. Dari Adi bin Hatim, ia berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah SAW, "Sesungguhnya aku telah melepas anjing terlatih, lalu anjing tersebut berhasil menangkap buruan, maka apakah aku boleh memakan hasil buruan tersebut?"
Nabi SAW menjawab, "Jika kamu melepas anjing yang terlatih sambil menyebut nama Allah, maka makanlah binatang burun yang telah ditangkap oleh anjing tersebut untukmu. " Tanyaku lagi, "Walaupun anjing itu telah membunuhnya?" Nabi SAW menjawab, "Ya, walaupun telah dibunuh oleh anjing tersebut, selama dalam pembunuhan tadi tidak dibantu oleh anjing lain."
(Sebab anjing yang lain tidak dilatih dan tidak dibacakan basmalah sehingga tidak tau persis binatang itu dibunuh oleh anjing yang mana)

Tanyaku, "Aku melempar buruan dengan tombak lalu mengenainya, apakah aku boleh memakannya?" Beliau SAW menjawab, "Jika kamu melemparnya dengan tombak yang runcing dan kamu telah menyebut nama Allah, lalu menembus di tubuhnya dan membunuhnya, maka kamu boleh memakannya. Namun, jika binatang tersebut mati terkena pangkal tombak yang tumpul, maka kamu tidak boleh memakannya. (Berarti mati terpukul)" (Shahih)

- ص 109 - 2848 حَدَّثَنَا هَنَّادُ بْنُ السَّرِيِّ حَدَّثَنَا ابْنُ فُضَيْلٍ عَنْ بَيَانٍ عَنْ عَامِرٍ عَنْ عَدِيِّ بْنِ حَاتِمٍ قَالَ { سَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُلْتُ إِنَّا نَصِيدُ بِهَذِهِ الْكِلَابِ فَقَالَ لِي إِذَا أَرْسَلْتَ كِلَابَكَ الْمُعَلَّمَةَ وَذَكَرْتَ اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهَا فَكُلْ مِمَّا أَمْسَكْنَ عَلَيْكَ وَإِنْ قَتَلَ إِلَّا أَنْ يَأْكُلَ الْكَلْبُ فَإِنْ أَكَلَ الْكَلْبُ فَلَا تَأْكُلْ فَإِنِّي أَخَافُ أَنْ يَكُونَ إِنَّمَا أَمْسَكَهُ عَلَى نَفْسِهِ }

ِ

2848. Dari Adi bin Hatim, ia berkata: Aku bertanya kepada Nabi SAW, "Kami pernah berburu dengan anjing ini." Nabi SAW bersabda kepadaku, "Jika kamu melepaskan anjingmu yang terlatih dan kamu telah menyebut nama Allah bersamaan dengan melepas anjing tersebut, maka makanlah binatang buruan yang telah diperoleh anjing tersebut untukmu, walaupun ia telah membunuhnya, kecuali jika ia telah memakannya. Jika anjing tersebut memakannya maka tidak boleh kamu memakannya, karena aku khawatir ia menangkapnya memang untuk dirinya sendiri (bukan untuk majikannya)." (Shahih: Muttafaq 'Alaih)

2849 حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ عَاصِمٍ الْأَحْوَلِ عَنْ الشَّعْبِيِّ عَنْ عَدِيِّ بْنِ حَاتِمٍ { أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا رَمَيْتَ بِسَهْمِكَ وَذَكَرْتَ اسْمَ اللَّهِ فَوَجَدْتَهُ مِنْ الْغَدِ وَلَمْ تَجِدْهُ فِي مَاءٍ وَلَا فِيهِ أَثَرٌ غَيْرُ سَهْمِكَ فَكُلْ وَإِذَا اخْتَلَطَ بِكِلَابِكَ كَلْبٌ مِنْ غَيْرِهَا فَلَا تَأْكُلْ لَا تَدْرِي لَعَلَّهُ قَتَلَهُ الَّذِي لَيْسَ مِنْهَا }

2849. Dari Adi bin Hatim: Nabi SAW bersabda, "Jika kamu melepaskan anak panahmu dan kamu telah menyebut nama Allah lalu kamu temukan buruanmu esok harinya dan tidak kamu temukan di dalam air serta tidak ada bekas luka pada badannya kecuali bekas luka anak panahmu (tidak ada bekas anak panah yang lain) , maka makanlah. Namun jika bercampur dengan bekas serangan dari anjing lain, maka kamu tidak boleh memakannya, karena kamu tidak tahu (penyebab kematiannya), mungkin buruan tersebut terbunuh oleh selain anjingmu."
{Shahih: Muttafaq 'Alaih)

2850 حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى بْنِ فَارِسٍ حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ زَكَرِيَّا بْنِ أَبِي زَائِدَةَ أَخْبَرَنِي عَاصِمٌ الْأَحْوَلُ عَنْ الشَّعْبِيِّ عَنْ عَدِيِّ بْنِ حَاتِمٍ { أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا وَقَعَتْ رَمِيَّتُكَ فِي مَاءٍ فَغَرِقَ فَمَاتَ فَلَا تَأْكُلْ }

2850. Dari Addi bin Hatim: Nabi SAW bersabda, "Jika buruanmu jatuh ke air lalu tenggelam dan mati, maka kamu tidak boleh memakannya. " (Shahih: Muttafaq 'Alaih)

2851 حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا مُجَالِدٌ عَنْ الشَّعْبِيِّ عَنْ عَدِيِّ بْنِ حَاتِمٍ { أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا عَلَّمْتَ مِنْ كَلْبٍ أَوْ بَازٍ ثُمَّ أَرْسَلْتَهُ وَذَكَرْتَ اسْمَ اللَّهِ فَكُلْ مِمَّا أَمْسَكَ عَلَيْكَ قُلْتُ وَإِنْ قَتَلَ قَالَ إِذَا قَتَلَهُ وَلَمْ يَأْكُلْ مِنْهُ شَيْئًا فَإِنَّمَا أَمْسَكَهُ عَلَيْكَ } قَالَ أَبُو دَاوُد الْبَازُ إِذَا أَكَلَ فَلَا بَأْسَ بِهِ وَالْكَلْبُ إِذَا أَكَلَ كُرِهَ وَإِنْ شَرِبَ الدَّمَ فَلَا بَأْسَ بِهِ

2851. Dari Adi bin Hatim: Nabi SAW bersabda, "Sesuatu yang telah kamu latih berupa anjing atau burung, lalu kamu lepaskan (bersamaan) dengan menyebut nama Allah, maka makanlah (daging binatang) yang telah mereka tangkap untukmu." Aku bertanya, "Walaupun buruan tadi telah dibunuhnya?" Rasulullah SAW menjawab, "Jika ia membunuhnya dan ia tidak memakannya sedikit pun, berarti ia menangkapnya untukmu. "

Abu Daud berkata: Kalau Al Baz (burung elang) yang memakannya maka hukumnya tidak apa-apa, tapi jika anjing yang memakannya maka hukumnya makruh, namun jika anjing itu hanya meminum darahnya maka tidak apa-apa." (Shahih)

Kata, "atau Al Baz (burung elang)" statusnya mungkar.

2852 حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عِيسَى حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ حَدَّثَنَا دَاوُدُ بْنُ عَمْرٍو عَنْ بُسْرِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِي إِدْرِيسَ الْخَوْلَانِيِّ عَنْ أَبِي ثَعْلَبَةَ الْخُشَنِيِّ قَالَ { قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي صَيْدِ الْكَلْبِ إِذَا أَرْسَلْتَ كَلْبَكَ وَذَكَرْتَ اسْمَ اللَّهِ فَكُلْ وَإِنْ أَكَلَ مِنْهُ وَكُلْ مَا رَدَّتْ عَلَيْكَ يَدَاكَ }

2852. Dari Abi Sta'labah Al-Khusniyyi berkata : Nabi SAW bersabda tentang binatang hasil buruan anjing yang terlatih : "Ketika kamu melepas anjing bersamaan menyebut nama Alloh yang maha luhur maka makanlah dan jika ia memakannya (jangan kamu makan) dan makanlah  binatang buruan yang telah diperoleh anjing tersebut untukmu,

2853 حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ مُعَاذِ بْنِ خُلَيْفٍ حَدَّثَنَا عَبْد ُ الْأَعْلَى حَدَّثَنَا دَاوُدُ عَنْ - ص 110 - عَامِرٍ عَنْ عَدِيِّ بْنِ حَاتِمٍ أَنَّهُ قَالَ { يَا رَسُولَ اللَّهِ أَحَدُنَا يَرْمِي الصَّيْدَ فَيَقْتَفِي أَثَرَهُ الْيَوْمَيْنِ وَالثَّلَاثَةَ ثُمَّ يَجِدُهُ مَيِّتًا وَفِيهِ سَهْمُهُ أَيَأْكُلُ قَالَ نَعَمْ إِنْ شَاءَ أَوْ قَالَ يَأْكُلُ إِنْ شَاءَ }

َ

2853. Dari Adi bin Hatim, ia berkata, "Ya Rasulullah, salah seorang di antara kami ada yang memanah buruan lalu mengenainya, lalu ia melacak bekasnya hingga dua hari atau tiga hari, kemudian ia menemukannnya dalam keadaan mati, jadi apakah ia boleh memakannya?" Nabi SAW menjawab, "Ya, kalau ia menghendaki —atau beliau menjawab, "Ia boleh memakannya jika menghendakinya—. " {Shahih: Bukhari)

2854 حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي السَّفَرِ عَنْ الشَّعْبِيِّ قَالَ قَالَ عَدِيُّ بْنُ حَاتِمٍ { سَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْمِعْرَاضِ فَقَالَ إِذَا أَصَابَ بِحَدِّهِ فَكُلْ وَإِذَا أَصَابَ بِعَرْضِهِ فَلَا تَأْكُلْ فَإِنَّهُ وَقِيذٌ قُلْتُ أُرْسِلُ كَلْبِي قَالَ إِذَا سَمَّيْتَ فَكُلْ وَإِلَّا فَلَا تَأْكُلْ وَإِنْ أَكَلَ مِنْهُ فَلَا تَأْكُلْ فَإِنَّمَا أَمْسَكَ لِنَفْسِهِ فَقَالَ أُرْسِلُ كَلْبِي فَأَجِدُ عَلَيْهِ كَلْبًا آخَرَ فَقَالَ لَا تَأْكُلْ لِأَنَّكَ إِنَّمَا سَمَّيْتَ عَلَى كَلْبِكَ }

2854. Dari Adi bin Hatim: Aku bertanya kepada Nabi SAW tentang (status binatang buruan yang terbunuh karena terkena) Mi'rot bagian yang runcing atau tajam? (Mi'rot adalah tombak bagiannya ada yang tumpul dan ada yang tajam )?, lalu beliau menjawab, "Jika (mati karena) terkena bagian yang tajam, maka kamu boleh memakannya, namun jika (mati karena) terkena gagangnya yang tumpul maka kamu tidak boleh makan, karena itu (termasuk) bangkai." Aku bertanya lagi, "Bagaimana jika aku (membunuh binatang buruan melalui) anjingku?" Nabi SAW menjawab, "Jika (saat melepaskan anjing) kamu telah menyebut nama Allah, maka kamu boleh memakannya, namun jika tidak (menyebut nama Allah) maka kamu tidak boleh memakannya. Jika anjingmu telah memakannya maka kamu tidak boleh memakannya, karena itu berarti ia menangkapnya untuk dirinya." Aku bertanya lagi, "Bagaimana jika aku melihat ada anjing lain (yang membunuh binatang buruan tersebut)? Nabi SAW menjawab, "Kamu tidak boleh memakannya, karena kamu menyebut nama Allah (hanya) untuk anjingmu. " (Shahih: Muttafaq 'Alaih)
HR.Sunan Abi Dawud

Mengintai Binatang Buruan

Mengintai Binatang Buruan

بَاب فِي اتِّبَاعِ الصَّيْدِ

2859 حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ سُفْيَانَ حَدَّثَنِي أَبُو مُوسَى عَنْ وَهْبِ بْنِ مُنَبِّهٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ مَرَّةً سُفْيَانُ { وَلَا أَعْلَمُهُ إِلَّا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ سَكَنَ الْبَادِيَةَ جَفَا وَمَنْ اتَّبَعَ الصَّيْدَ غَفَلَ وَمَنْ أَتَى السُّلْطَانَ افْتُتِنَ } حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عِيسَى حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ الْحَكَمِ النَّخَعِيُّ عَنْ عَدِيِّ بْنِ ثَابِتٍ عَنْ شَيْخٍ مِنْ الْأَنْصَارِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَعْنَى مُسَدَّدٍ قَالَ وَمَنْ لَزِمَ السُّلْطَانَ افْتُتِنَ زَادَ وَمَا ازْدَادَ عَبْدٌ مِنْ السُّلْطَانِ دُنُوًّا إِلَّا ازْدَادَ مِنْ اللَّهِ بُعْدًا َ

2859. Dari Ibnu Abbas, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Barang Siapa yang tinggal di pedalaman maka ia akan berwatak keras, barang siapa yang mengintai buruan maka ia akan lupa (melupakan segalanya), dan barang siapa yang mendatangi Sulthon (pemimpin) maka ia akan diberi cobaan (banyak fitnahnya)." (Shahih)
Kembali pada dirinya bisa sabar apa tidak

2860.حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عِيسَى حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ الْحَكَمِ النَّخَعِيُّ عَنْ عَدِيِّ بْنِ ثَابِتٍ عَنْ شَيْخٍ مِنْ الْأَنْصَارِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَعْنَى مُسَدَّدٍ قَالَ وَمَنْ لَزِمَ السُّلْطَانَ افْتُتِنَ زَادَ وَمَا ازْدَادَ عَبْدٌ مِنْ السُّلْطَانِ دُنُوًّا إِلَّا ازْدَادَ مِنْ اللَّهِ بُعْدًا

2860.Dari Abu Hurairoh dari Nabi SAW Dengan makna Musadda Rosululloh bersabda : " Barang siapa Membiasakan mendatangi Sulthon (pemimpin) maka dia akan diberi cobaan. -Muhammad bin Isa menambah (pada kalaimat) -"Seorang hambah tidaklah bertambah dengan selalu mendekati Sulthon (pemimpin) melainkan dia  akan  bertambah jauhnya kepada Alloh ".

Note: maka ia harus bisa mengimbangi , apabila ia banyak mendekat pada Sulthon maka ia supaya juga harus lebih banyak mendekatnya kepada Alloh.

2861 حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ مَعِينٍ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ خَالِدٍ الْخَيَّاطُ عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ صَالِحٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي ثَعْلَبَةَ الْخُشَنِيِّ { عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا رَمَيْتَ الصَّيْدَ فَأَدْرَكْتَهُ بَعْدَ ثَلَاثِ لَيَالٍ وَسَهْمُكَ فِيهِ فَكُلْهُ مَا لَمْ يُنْتِنْ }

2861. Dari Abu Tsa'labah, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Jika kamu telah melempar anak panahmu ke (binatang) buruan, lalu kamu menemukannya tiga hari kemudian, sementara anak panahmu ada di tubuhnya, maka makanlah selama belum membusuk." (Shahih: Muslim)

HR.Sunan Abu Dawud

Mengintai Binatang Buruan

Mengintai Binatang Buruan

بَاب فِي اتِّبَاعِ الصَّيْدِ

2859 حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ سُفْيَانَ حَدَّثَنِي أَبُو مُوسَى عَنْ وَهْبِ بْنِ مُنَبِّهٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ مَرَّةً سُفْيَانُ { وَلَا أَعْلَمُهُ إِلَّا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ سَكَنَ الْبَادِيَةَ جَفَا وَمَنْ اتَّبَعَ الصَّيْدَ غَفَلَ وَمَنْ أَتَى السُّلْطَانَ افْتُتِنَ } حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عِيسَى حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ الْحَكَمِ النَّخَعِيُّ عَنْ عَدِيِّ بْنِ ثَابِتٍ عَنْ شَيْخٍ مِنْ الْأَنْصَارِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَعْنَى مُسَدَّدٍ قَالَ وَمَنْ لَزِمَ السُّلْطَانَ افْتُتِنَ زَادَ وَمَا ازْدَادَ عَبْدٌ مِنْ السُّلْطَانِ دُنُوًّا إِلَّا ازْدَادَ مِنْ اللَّهِ بُعْدًا َ

2859. Dari Ibnu Abbas, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Barang Siapa yang tinggal di pedalaman maka ia akan berwatak keras, barang siapa yang mengintai buruan maka ia akan lupa (melupakan segalanya), dan barang siapa yang mendatangi Sulthon (pemimpin) maka ia akan diberi cobaan (banyak fitnahnya)." (Shahih)
Kembali pada dirinya bisa sabar apa tidak

2860.حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عِيسَى حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ الْحَكَمِ النَّخَعِيُّ عَنْ عَدِيِّ بْنِ ثَابِتٍ عَنْ شَيْخٍ مِنْ الْأَنْصَارِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَعْنَى مُسَدَّدٍ قَالَ وَمَنْ لَزِمَ السُّلْطَانَ افْتُتِنَ زَادَ وَمَا ازْدَادَ عَبْدٌ مِنْ السُّلْطَانِ دُنُوًّا إِلَّا ازْدَادَ مِنْ اللَّهِ بُعْدًا

2860.Dari Abu Hurairoh dari Nabi SAW Dengan makna Musadda Rosululloh bersabda : " Barang siapa Membiasakan mendatangi Sulthon (pemimpin) maka dia akan diberi cobaan. -Muhammad bin Isa menambah (pada kalaimat) -"Seorang hambah tidaklah bertambah dengan selalu mendekati Sulthon (pemimpin) melainkan dia  akan  bertambah jauhnya kepada Alloh ".

Note: maka ia harus bisa mengimbangi , apabila ia banyak mendekat pada Sulthon maka ia supaya juga harus lebih banyak mendekatnya kepada Alloh.

2861 حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ مَعِينٍ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ خَالِدٍ الْخَيَّاطُ عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ صَالِحٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي ثَعْلَبَةَ الْخُشَنِيِّ { عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا رَمَيْتَ الصَّيْدَ فَأَدْرَكْتَهُ بَعْدَ ثَلَاثِ لَيَالٍ وَسَهْمُكَ فِيهِ فَكُلْهُ مَا لَمْ يُنْتِنْ }

2861. Dari Abu Tsa'labah, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Jika kamu telah melempar anak panahmu ke (binatang) buruan, lalu kamu menemukannya tiga hari kemudian, sementara anak panahmu ada di tubuhnya, maka makanlah selama belum membusuk." (Shahih: Muslim)

HR.Sunan Abu Dawud