Selasa, 07 Maret 2017

Adab-adab Meruqyah Syaikh Ibnu Jibrin.

📌Adab-adab Meruqyah Syaikh Ibnu Jibrin.

Pertanyaan: Sifat-sifat dan adab-adab bagaimanakah yang seharusnya dilakukan oleh orang yang meruqyah?

Jawaban:
Bacaan ruqyah tidak akan berguna terhadap orang yang sakit kecuali dengan beberapa syarat:

Syarat pertama:

Pantasnya orang yang meruqyah adalah seorang yang baik, shalih, konsisten (istiqamah), memelihara shalat, ibadah, dzikir-dzikir, bacaan, amal-amal shalih, banyak melakukan kebaikan, jauh dari perbuatan maksiat, bid'ah, kemungkaran-kemungkaran, dosa-dosa besar dan kecil, berusaha selalu makan yang halal, khawatir dari harta yang haram, atau syubhat, karena sabda Nabi صلی الله عليه وسلم,

أَطِبْ مَطْعَمَكَ تَكُنْ مُسْتَجَابَ الدَّعْوَةِ

"Perbaikilah makananmu, niscaya kamu menjadi orang yang doanya terkabul." (HR. Ath-Thabrani di dalam al-Ausaath sebagaimana di dalam Majma' al-Bahrain (5026)).

وَذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيْلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلىَ السَّمَاءِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِّيَ بِالْحَرَامِ فَأَنىَّ يُسْتَجَابُ لَهُ"

Beliau menyebutkan seseorang yang melakukan perjalanan jauh, (rambut) kusut, berdebu, mengulurkan tangannya ke langit seraya (berkata): wahai Rabbku, wahai Rabbku, sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, diberi makanan dengan yang haram, maka bagaimana bisa dikabulkan karena hal itu." (HR. Muslim, kitab az-Zakah (1015)).

Makanan yang halal termasuk di antara penyebab dikabulkan doa. Di antaranya lagi adalah tidak menentukan upah atas orang yang sakit, menjauhkan diri dari mengambil upah yang lebih dari kebutuhannya. Maka semua itu lebih mendukung kemanjuran ruqyahnya.

Syarat kedua:

Mengenal ruqyah-ruqyah yang dibolehkan berupa ayat-ayat al-Qur'an seperti al-Fatihah, al-Mu'awwidzatain, surah al-Ikhlash, akhir surah at-Baqarah, permulaan surah Ali Imran dan akhirnya, ayat Kursi, akhir surah at-Taubah, permulaan surah Yunus, permulaan surah an-Nahl, akhir surah al-Isra', permulaan surah Thaha, akhir surah al-Mu'minun, permulaan surah ash-Shaffat, permulaan surah Ghafir, akhir surah al-Jatsiyah, akhir surah al-Hasyr

Dan di antara doa-doa al-Qur'an yang disebutkan terdapat dalam al-Kalim ath-Thayyib dan seumpamanya, disertai meludah sedikit setelah membaca, dan mengulangi ayat tersebut sebagai tiga kali umpamanya, atau lebih banyak lagi.

Syarat ketiga:

orang yang sakit adalah orang yang beriman, shalih, baik, takwa, konsisten (istiqamah) atas agama, jauh dari yang diharamkan, maksiat, sifat aniaya, karena firman Allah سبحانه و تعالى,

"Dan Kami turunkan dari al-Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan al-Qur'an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zhalim selain kerugian." (Al-Isra' :82).

Dan firmanNya,
"Katakanlah, 'Al-Qur'an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang al-Qur'an itu suatu kegelapan bagi mereka." (Fushshilat :44).

Biasanya tidak begitu berpengaruh terhadap ahli maksiat, meninggalkan kewajiban, takabbur, sombong, melakukan isbal (menjulurkan pakaian hingga menutupi mata kaki, pent-), mencukur jenggot, ketinggalan shalat dan menundanya, melalaikan ibadah dan seumpama yang demikian itu.

Syarat keempat: Orang yang sakit meyakini bahwa al-Qur'an adalah penawar, rahmat, dan obat yang berguna. Apabila ia ragu-ragu, maka hal itu tidak ada gunanya. Misalnya ia berkata,

"Cobalah ruqyah.Jika bermanfaat, alhamdulillah dan jika tidak bermanfaat juga tidak apa-apa."

Tetapi ia harus yakin dengan mantap bahwa ayat-ayat tersebut benar-benar bermanfaat dan sesungguhnya ayat-ayat itulah yang merupakan penawar yang sebenarnya, sebagaimana yang dikabarkan oleh Allah.

Maka, apabila syarat-syarat ini telah terpenuhi, niscaya bermanfaat dengan izin Allah.

📚Rujukan:
Fatwa Syaikh Abdullah al-Jibrin yang beliau tanda tangani.
Disalin dari buku Fatwa-Fatwa

Senin, 06 Maret 2017

Ketika Ada Yang Memaki dan Mencela Kita di Dunia Nyata atau Dunia Maya

✏ *Ketika Ada Yang Memaki dan Mencela Kita di Dunia Nyata atau Dunia Maya*

Bisa jadi agak sakit hati, hati “panas” atau emosi menggelora,  jika ada orang yang mencela dan mencaci-maki kita. Mengunakan kata-kata yang kurang enak bahkan tidak pantas keluar dari lisan seseorang yang mengaku muslim. Seorang muslim hanya berkata baik atau diam. Ini bisa terjadi di dunia nyata maupun dunia maya. Terlebih di dunia maya, terkadang ada orang yang bahkan tidak kita kenal, berkomentar dengan kata-kata kasar dan mencela.

_Bagaimana sikap kita?_

Berikut beberapa penjelasan ulama mengenai hal ini:

*1. Jangan terpengaruh dengan caciannya, tidak perlu dihiraukan dan tetap tenang*

Ulama menjelaskan bahwa  hanya orang yang bodoh saja yang mengeluarkan kata-kata kasar. Karena terkadang kata-kata kasar itu sebenarnya untuk menutupi kebodohannya dan untuk menutupi bahwa ia kalah dalam berdiskusi. Maaf saja, orang bodoh hampir mirip dengan orang gila, jadi kalau ada orang gila atau orang bodoh mencaci maki, maka tidak perlu dimasukkan ke dalam hati. Apakah orang gila dipedulikan?

Ya benar juga, “Anjing mengonggong kafilah berlalu”

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

ﻭﺃﻣﺎ اﻟﺠﺎﻫﻞ اﻟﻤﻘﻠﺪ ﻓﻼ ﺗﻌﺒﺄ ﺑﻪ ﻭﻻ ﻳﺴﻮءﻙ ﺳﺒﻪ ﻭﺗﻜﻔﻴﺮﻩ ﻭﺗﻀﻠﻴﻠﻪ ﻓﺈﻧﻪ ﻛﻨﺒﺎﺡ اﻟﻜﻠﺐ.

“Adapun jika ada orang yang bodoh lagi pembebek, maka janganlah anda dilelahkan karenanya dan terpengaruh oleh caciannya, tuduhan kafir dan vonis sesat darinya. Karena sesungguhnya dia seperti gonggongan anjing.”[1]

Jika perlu, hapus komentarnya di sosmed anda. Hanya merusak pemandangan saja, terlebih-lebih dia juga tidak kita kenal. Apa urusan dia dengan kita?

*2. Tidak perlu dilayani caci-maki dan debatnya, segera tinggalkan saja*

Kata-kata yang kasar dan caci-maki sudah menunjukkan bahwa niatnya tidak baik, bukan mencari kebenaran dengan berdiskusi. Hanya mencari “masalah” saja. Kita juga diperintahkan agar menjauhi dan berpaling dari orang yang bodoh.

Allah Ta’ala berfirman,

خُذِ العَفْوَ وَأْمُرْ بِالعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الجَاهِلِيْنَ

“Jadilah engkau pemaaf dan perintahkanlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang jahil/bodoh”(Al-A’raf: 199)

Jika kita melayani tidak ada keuntungan sama sekali yang kita dapat, hanya sakit hati saja.

Imam Syafi’i rahimahullah berkata,

فإن كلمته فرجت عنه .. وإن خليته كمدا يموت

“Apabila kamu melayaninya, maka kamu akan susah sendiri. Dan bila kamu berteman dengannya, maka ia akan selalu menyakiti hati”[2]

*3. Sebaiknya diam dan tidak membalas caci-makinya*

Sebenarnya boleh saja membalas dalam bentuk “qishas” akan tetapi terkadang membalas bisa melampui dari balasannya. Jika kita membalas juga, maka apa bedanya kita dan dia yaitu sama-sama mencela dan sama-sama mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas. Dia lebih baik dalam hal ini

Imam Syafi’i rahimahullah berkata,

إذا نطق السفيه فلا تجبه .. فخير من إجابته السكوت

“Apabila orang bodoh mengajak berdebat denganmu, maka sikap yang terbaik adalah diam dan tidak menanggapi”

*4. Jika menjawab dan meladeni maka ia akan semakin senang, sebaliknya jika tidak kita pedulikan maka ia akan sakit hati sendiri*

Karena jika kita menanggapi, caci-makinya menjadi berharga dan bernilai. Maka jangan ditanggapi, hapus saja komentar yang kasar tersebut.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

ﻓﻼ ﺗﺠﻌﻞ ﻟﻠﻜﻠﺐ ﻋﻨﺪﻙ ﻗﺪﺭا ﺃﻥ ﺗﺮﺩ ﻋﻠﻴﻪ ﻛﻠﻤﺎ ﻧﺒﺢ ﻋﻠﻴﻚ ﻭﺩﻋﻪ ﻳﻔﺮﺡ ﺑﻨباحه ﻭﺃﻓﺮﺡ ﺃﻧﺖ ﺑﻤﺎ ﻓﻀﻠﺖ ﺑﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻣﻦ اﻟﻌﻠﻢ ﻭاﻹﻳﻤﺎﻥ ﻭاﻟﻬﺪﻯ ﻭاﺟﻌﻞ اﻹﻋﺮاﺽ ﻋﻨﻪ ﻣﻦ ﺑﻌﺾ ﺷﻜﺮ ﻧﻌﻤﺔ اﻟﻠﻪ اﻟﺘﻲ ﺳﺎﻗﻬﺎ ﺇﻟﻴﻚ ﻭﺃﻧﻌﻢ ﺑﻬﺎ ﻋﻠﻴﻚ

“Maka jangan sampai Anda menjadikan anjing itu bernilai untuk dijawab. Tiap kali dia menggonggong kepada anda, maka acuhkan dia niscaya Anda akan merasa gembira dengan gonggongannya. Bergembiralah atas keutamaan yang Anda miliki berupa ilmu, iman dan petunjuk. Dan jadikanlah berpaling darinya sebagai bagian dari rasa syukur atas nikmat Allâh yang Allah karuniakan dan anugerahkan kepada Anda.”[3]

*5. Tetap tenang karena pahala anda mengalir terus kepada anda karena caci-makinya*

Yang lebih penting lagi adalah urusan di hari kiamat. Ia mencaci-maki kita atau bahkan menyebarkan fitnah, maka di hari kiamat nanti ia akan mencar-cari kita untuk meminta maaf dan membayar dengan pahalanya. Jika pahalanya sudah habis, maka dosa kita diberi kepadanya.

Sebagaimana dalah hadits berikut.

Dari Abu Hurairah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

أَتَدْرُونَ مَا الْمُفْلِسُ قَالُوْاالْمُفْلِسُ فِيْنَا يَا رَسُو لَ اللَّهِ مَنْ لاَ دِرْهَمَ لَهُ وَلاَ مَتَاعَ قَالَ رَسُو لَ اللَّهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُفْلِسُ مِنْ أُمَّيِي مَنْ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلاَتِهِ وًِصِيَامِهِ وِزَكَاتِهِ وَيَأتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَاَكَلاَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَيَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُحِذَ مِنْ خَطَايَاهُم فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرحَ فِي النَّارِ

“Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut ? Para sahabat pun menjawab, ‘Orang yang bangkrut adalah orang yang tidak memiliki uang dirham maupun harta benda. ‘Beliau menimpali, ‘Sesungguhnya orang yang bangkrut di kalangan umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa dan zakat, akan tetapi, ia juga datang membawa dosa berupa perbuatan mencela, menuduh, memakan harta, menumpahkan darah dan memukul orang lain. Kelak kebaikan-kebaikannya akan diberikan kepada orang yang terzalimi. Apabila amalan kebaikannya sudah habis diberikan sementara belum selesai pembalasan tindak kezalimannya, maka diambillah dosa-dosa yang terzalimi itu, lalu diberikan kepadanya. Kemudian dia pun dicampakkan ke dalam neraka”.[4]

*6. Penonton akan tahu siapa yang menang, siapa yang tenang dan siapa yang cerdas*

Tidak perlu khawatir terlihat kalah atau terlihat tidak bisa melawan karena penonton yang cerdas tahu siapa yang menang sesungguhnya

Imam Syafi’i rahimahullah berkata,

أما ترى الأسْد تُخشى وهي صامته؟.. والكلب يـُخسَا لعمري وهو نباح

“Apakah kamu tidak melihat bahwa seekor singa, ia ditakuti lantaran ia pendiam, 
Sedangkan seekor anjing menjadi main-mainya karena ia suka menggonggong”

Minggu, 05 Maret 2017

Dahsyatnya Kalimat ....... *"LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLA BILLAH"*


Dahsyatnya Kalimat .......
*"LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLA BILLAH"*

لا حول ولا قوة إلا بالله

Bagi seorang muslim kalimat Hawqalah yaitu lafaz 'Laa hawla wa laa quwwata illa billah' tentu bukan hal yang asing. Ucapan tersebut sering kali diucapkan secara spontan ketika seseorang dalam kesulitan, dalam keadaan tertekan atau bisa juga ketika seseorang terkagum-kagum menyaksikan keajaiban yang terjadi, yaitu suatu kejadian yang mustahil terjadi menurut pikiran manusia.

Dikisahkan sahabat 'Auf bin Malik Al-Asyja'i pergi menemui Rosulullah SAW, dan berkata:

"Ya Rosulullah sesungguhnya anakku Malik pergi bersamamu berperang di jalan Allah dan ia belum pulang, apa yang harus saya perbuat? Padahal seluruh pasukan sudah pulang."

Rosulullah saw bersabda:

"Ya 'Auf perbanyaklah kamu dan istrimu mengucapkan:

لا حول ولا قوة إلا بالله
(Laa haula wa laa quwwata illa billah...  Tidak ada daya dan kekuatan selain dari Allah.)"

Auf pulang ke rumah dan istrinya sendiri menanti anaknya yang belum datang. Melihat suaminya datang istrinya bertanya:

"Wahai 'Auf apa yang diberikan Rosulullah SAW?"

Auf menjawab: Beliau mewasiatkan untuk ku dan kamu juga agar kita banyak mengucapkan

لا حول ولا قوة إلا بالله

Apa jawaban istri yang sholehah dan sabar ini?

"Ya, sungguh benar Rosulullah SAW"

Akhirnya mereka berdua duduk terus berdzikir dengan

لا حول ولا قوة إلا بالله

Sampai saat malam yang gelap tiba, seketika ada yang mengetuk pintu, dan Auf berdiri membuka pintu, ternyata yang datang adalah anaknya Malik membawa banyak sekali domba sebagai ghonimah.

Maka Auf bertanya: Apa ini?

Malik menjawab:

"Sesungguhnya musuh menangkapku dan mengikatku dengan rantai besi dan mengikat dua kakiku, maka ketika malam tiba saya berusaha keras untuk kabur tapi tidak bisa, karena kuatnya ikatan dikedua tangan dan kaki. Tiba-tiba ikatan borgol yang dari besi perlahan-lahan longgar sehingga ikatan dikedua tangan dan kaki bisa lepas. Maka saya bisa datang sekarang dengan kambing-kambing ghonimah ini."

Maka Auf berkata: "Wahai ananda bukankah jarak antara musuh dan kita jauh sekali? Bagaimana kamu bisa datang dalam waktu satu malam?"

Malik menjawab: "Wahai ayahanda, demi Allah ketika ikatan itu lepas saya merasa ada Malaikat yang membawa saya."

Subhanallahal 'adzim...

Maka Auf mendatangi Rosulullah SAW untuk memberi kabar beliau.

Tapi sebelum Auf memberi kabar beliau, Rosulullah SAW mengatakan kepada Auf: Wahai Auf bergembiralah bahwa Allah swt menurunkan ayatnya tentang urusanmu:

وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجۡعَل لَّهُ ۥ مَخۡرَجً۬ا (٢) وَيَرۡزُقۡهُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَحۡتَسِبُ‌ۚ وَمَن يَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسۡبُهُ ۥۤ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَـٰلِغُ أَمۡرِهِۦ‌ۚ قَدۡ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَىۡءٍ۬ قَدۡرً۬ا (٣

"Barangsiapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu." (QS Ath-Thalaq:2-3)

Ketahuilah sesungguhnya

لا حولا ولا قوة إلا بالله

Adalah harta terpendam dibawah singgasana 'Arsy Ar-Rahman.

Ia adalah obat bagi 99 penyakit, yang paling ringan adalah penyakit gundah.

Kalimat ini juga merupakan simpanan pahala yang banyak di surga.

Suatu ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda pada ‘Abdullah bin Qois,

“Wahai ‘Abdullah bin Qois, katakanlah ‘Laa hawla wa laa quwwata illa billah’, karena ia merupakan simpanan pahala berharga di surga” (HR. Bukhari no. 7386).

Dari Abi Musa Al-Asy’ari radhiallahu anhu ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berkata kepadaku: “Maukah aku tunjukkan kepadamu salah satu bacaan yang menjadi simpanan kekayaan di dalam syurga?” Maka aku menjawab: “Tentu, wahai Rasulullah”. Maka beliau menjawab: “Ucapkanlah Laa Haula wa Laa Quwwata illa Billaah”

Subhanallah..

Saudara-saudaraku..

Jika antum mau share niatkanlah dengan baik mudah-mudahan bisa jadi obat bagi masalah antum dan kita semua.

"La Haula wa la Quwwata illa billah" obat 99 penyakit dan kegelisahan.

قَالَ النَّبيُّ صَلَّى اللَّهُ علَيْهِ وَسَلَّمَ: لَاْ حَوْلَ وَلَاْ قُوَّةَ إِلَّاْ  بِالله دَوَاْءٌ مِنْ تِسْعََةَ وَتِسْعِيْنَ دَاْءًا أَيْسَرُهَاْ الهَمُّ

Nabi bersabda, “La Haula wa la Quwwata illa billah adalah merupakan obat dari 99 penyakit dan penyakit yang paling ringan di antaranya adalah rasa kegelisahan. (HR. Ibnu Abi Dunia dari Abu Hurairah RA).

Selalu basahi lisan dengan dzikir "La Haula wa la Quwwata illa billah" setiap detik, setiap saat, setiap menderita sakit fisik, psikis (stress, depresi, phobia, was-was, gelisah dll) atau gangguan sihir, hingga penyakit anda hilang.

Dan..... sediakan waktu khusus bertafakur dan dzikir "La Haula wa la Quwwata illa billah" selama 30 menit sampai 1 jam setiap harinya ucapkan berulangkali dengan khusyuk mentaddaburi maknanya disertai baik sangka pada Allah bahwa Allah akan sembuhkan penyakit yg anda derita.

Batasan untuk Berwasiat

Hal yang Tidak Diperbolehkan bagi Orang yang Berwasiat terhadap Hartanya

بَاب مَا جَاءَ فِي مَا لَا يَجُوزُ لِلْمُوصِي فِي مَالِهِ 2864 حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَابْنُ أَبِي خَلَفٍ قَالَا حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عَامِرِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ { مَرِضَ مَرَضًا قَالَ ابْنُ أَبِي خَلَفٍ بِمَكَّةَ ثُمَّ اتَّفَقَا أَشْفَى فِيهِ فَعَادَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ لِي مَالًا كَثِيرًا وَلَيْسَ يَرِثُنِي إِلَّا ابْنَتِي أَفَأَتَصَدَّقُ بِالثُّلُثَيْنِ قَالَ لَا قَالَ فَبِالشَّطْرِ قَالَ لَا قَالَ فَبِالثُّلُثِ قَالَ الثُّلُثُ وَالثُّلُثُ كَثِيرٌ إِنَّكَ أَنْ تَتْرُكَ وَرَثَتَكَ أَغْنِيَاءَ خَيْرٌ مِنْ أَنْ تَدَعَهُمْ عَالَةً يَتَكَفَّفُونَ النَّاسَ وَإِنَّكَ لَنْ تُنْفِقَ نَفَقَةً إِلَّا أُجِرْتَ بِهَا حَتَّى اللُّقْمَةُ تَرْفَعُهَا إِلَى فِي امْرَأَتِكِ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَتَخَلَّفُ عَنْ هِجْرَتِي قَالَ إِنَّكَ إِنْ تُخَلَّفْ - ص 113 - بَعْدِي فَتَعْمَلَ عَمَلًا صَالِحًا تُرِيدُ بِهِ وَجْهَ اللَّهِ لَا تَزْدَادُ بِهِ إِلَّا رِفْعَةً وَدَرَجَةً لَعَلَّكَ أَنْ تُخَلَّفَ حَتَّى يَنْتَفِعَ بِكَ أَقْوَامٌ وَيُضَرَّ بِكَ آخَرُونَ ثُمَّ قَالَ اللَّهُمَّ أَمْضِ لِأَصْحَابِي هِجْرَتَهُمْ وَلَا تَرُدَّهُمْ عَلَى أَعْقَابِهِمْ لَكِنْ الْبَائِسُ سَعْدُ بْنُ خَوْلَةَ يَرْثِي لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ مَاتَ بِمَكَّةَ }َ

2864. Dari Sa'ad bin Abu Waqqash: Di Makkah dia (Sa'ad) menderita sakit yang mendekati kematian. Rasulullah SAW lalu menjenguknya, maka Sa'ad berkata, "Wahai Rasulullah, aku mempunyai harta banyak dan tidak ada yang mewarisinya kecuali satu orang putriku, apakah aku harus bersedekah dengan dua pertiganya?" Rasulullah bersabda, "Jangan." Dia bertanya, "Apakah dengan separuhnya?" Rasulullah menjawab, "Jangan." Dia bertanya, "Apakah dengan sepertiganya?" Rasulullah menjawab, "Ya sepertiganya juga sudah banyak. Jika engkau meninggalkan ahli warismu dalam keadaan kaya maka itu akan lebih baik daripada meninggalkan mereka dalam keadaan miskin dan meminta-minta kepada orang-orang! Sesungguhnya tidaklah engkau berinfak kecuali akan diberi pahala, hingga sesuap nasi yang engkau suapkan ke mulut istrimu." Dia bertanya, "Wahai Rasulullah, haruskah aku mengakhirkan hijrahku?" Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya jika engkau masih hidup setelahku, lalu engkau berbuat baik karena Allah, maka itu tidak menambah bagimu kecuali satu tingkat dan derajat. Mungkin engkau akan mengakhirkan hijrah, sehingga orang-orang mengambil manfaat darimu dan yang lain mendapat mudharat karenamu." (siapa tau kamu tinggal dimekah bisa sembuh lalu dimanfaatkan orang iman sehingga kamu dijadikan tokoh dan bisa melindungi orang iman) .
Rasulullah lalu berdoa, "Ya Allah, sempurnakanlah hijrah sahabat-sahabatku dan jangan Engkau kembalikan mereka pada masa lalunya (murtad atau sudah hijrah kembali lagi kemekah), kecuali Sa'ad bin Khaulah." Rasulullah SAW lalu mendoakan agar ia meninggal di Makkah. (Shahih: Muttafaq 'Alaih)

HR.Sunan Abi Dawud

JAGALAH LISAN

Bismillah

*JAGALAH LISAN*

Pernah melihat parang besar yang digunakan untuk memotong tulang belulang

Atau pisau operasi yang kecil namun tajam

Tentunya orang akan berhati-hati membawa dan menggunakan
nya, jangan sampai salah dan membahayakan diri sendiri atau orang lain

Tahukah engkau?! Bahwa dirimu selama ini ketika pulang pergi, berdiri dan duduk
Selalu Membawa senjata yang lebih tajam dari belati operasi dan
Lebih gahar dari parang besar pemotong tulang?

Yaitu lisanmu sendiri

Betapa sering lisan ini mengeluarkan kata-kata yang tidak diridhoi Allah dan kita meremehkannya , padahal kata-kata itu menceburkan ke dalam api

Betapa sering lisan ini menusuk dan merobek hati orang lain, tanpa ada darah yang keluar sehingga membuat luka dalam yang menakutkan

Tidak sedikit peperangan yang berkobar karena lisan
Tidak jarang tawuran yang terjadi karena lisan

Persahabatan juga retak gara- gara lisan

Suami menghancurkan rumah tangga yang dibangun bertahun- tahun dengan lisannya

*Istri merusak bahtera yang ditumpanginya karena salah lisan.*

*Anak durhaka kepada orang tuanya hanya karena ucapan "uff" dari lisannya.*

Abu Thalib akhirnya mati kafir karena lisannya tidak mau mengucapkan laa ilaha illallah

Ada seorang wanita yang ahli ibadah, shalat malam, puasa sunnah, sedekah namun gara- gara lisannya suka menyakiti tetangga maka ia pun masuk neraka

Lisanmu adalah belatimu

Lisan tidak bertulang namun dapat menembus apa yang tak ditembus oleh jarum

Akhi Ukhti...
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memperingatkan bahwa kebanyakan penghuni neraka itu masuk neraka karena hasil kerja lisannya, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berbicara dengan Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu.

« أَلاَ أُخْبِرُكَ بِمَلاَكِ ذَلِكَ كُلِّهِ ». قُلْتُ بَلَى يَا نَبِىَّ اللَّهِ قَالَ فَأَخَذَ بِلِسَانِهِ قَالَ « كُفَّ عَلَيْكَ هَذَا ». فَقُلْتُ يَا نَبِىَّ اللَّهِ وَإِنَّا لَمُؤَاخَذُونَ بِمَا نَتَكَلَّمُ بِهِ فَقَالَ « ثَكِلَتْكَ أُمُّكَ يَا مُعَاذُ وَهَلْ يَكُبُّ النَّاسَ فِى النَّارِ عَلَى وُجُوهِهِمْ أَوْ عَلَى مَنَاخِرِهِمْ إِلاَّ حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ ».

“Maukah kuberitahukan kepadamu tentang kunci semua perkara itu?”

Jawabku: “Iya, wahai Rasulullah.”

Maka beliau memegang lidahnya dan bersabda, *“Jagalah lisan”.*

Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah kami dituntut karena apa yang kami katakan?”

Maka beliau bersabda: *“Celaka engkau. Adakah yang menjadika orang tersungkur mukanya atau batang hidungnya di dalam neraka, melainkan karena hasil ucapan lisan mereka?”*
HR. Tirmidzi.

Maka, Berpikirlah sebelum berkata atau menuliskan sesuatu.....

Medsos sering memancingmu untuk:

Say something or write something

Renungkan apa yang hendak kau ucapkan atau kau tulis

Tidak semua yang ketahui itu kau ungkapkan
Pertimbangkan beberapa hal
Apa memang perlu diucapkan ?
Apa waktunya tepat?
Apa engkau orang yang pantas mengutarakan?

Setelah itu silakan kau memutuskan !

DETOX ITU WAJIB >>0 Tanda Tubuh Kita Mengandung Banyak Racun/Toxin

*DETOX ITU WAJIB*
*_10 Tanda Tubuh Kita Mengandung Banyak Racun/Toxin_*

Memang benar adanya, bahwa tubuh manusia dibentuk dengan berbagai macam organ tubuh yang memiliki fungsi secara bervarian. Layaknya ginjal, hati, paru-paru, dan lainnya, yang menjadi benteng pertahanan tubuh akan toksin yang menggerogoti kesehatan tubuh.
Akan tetapi, jika kandungan toksin itu sendiri lebih banyak jumlahnya hingga kemampuan tubuh melemah dalam memgeluarkan racun, maka dampaknya akan sangat berbahaya.

Bahkan berbagai macam penyakit akan bisa timbul, baik itu jenis penyakit ringan maupun serius.

Hal demikian karena daya imunitas tubuh tidak lagi mampu mengatasi virus maupun racun yang menyerang. Sehingga tiba-tiba saja tubuh mulai merasa tidak nyaman, kurang bergairah, dan lelah secara tak terduga.  

*Berikut 10 Tanda Banyak Racun yang Masuk Dalam Tubuh Manusia.*

*1. Sensitif terhadap aroma.*

Ada dua kemungkinan yang perlu anda ketahui terlebih dahulu, yakni bila tubuh mengalami reaksi yang cukup keras terhadap bau, terutama wewangian, berarti bisa saja tubuh sensitif terhadap bahan kimia.
Namun kondisi yang semacam ini juga bisa menjadi indikasi bahwa organ dalam tubuh sedang melawan racun berbahaya.
Dan bilamana dampak dari mencium bau sesuatu ini sampai menjadikan gejala sakit kepala, sakit perut, dan lainnya, maka hal demikian merupakan pertanda bahwa terlalu banyak kandungan racun yang masuk ke dalam tubuh.

*2. Timbulnya masalah pada kulit.*

Terjadinya reaksi kulit yang cukup ekstrem, layaknya timbulnya jerawat dan berbagai macam masalah kulit lainnya, bisa menjadi pertanda bahwa terlalu banyak jumlah racun yang masuk ke dalam tubuh.
Semisal penyakit jerawat yang biasanya memiliki hubungan dengan terdapatnya kuman, virus, dan racun, baik itu melalui makanan yang dikonsumsi maupun pemakaian produk perawatan kulit yang tidak tepat. Sehingga mengakibatkan jumlah racun dalam tubuh semakin menumpuk, hingga menimbulkan jerawat.
Dengan begitu, terdapatnya jumlah racun yang berlebih di dalam tubuh, bisa ditandai juga dengan adanya permasalahan pada kulit.

*3. Mengalami sembelit.*

Pada dasarnya salah satu kinerja usus dalam tubuh yakni menyingkirkan racun yang masuk ke dalam tubuh. Namun pada saat tubuh mengalami sembelit, maka kondisi racun tersebut masih tersimpan semua, Sehingga memiliki dampak buruk bagi kesehatan tubuh.
Nah, dari situ bisa diketahui bahwa mengalami sembelit juga menjadi indikasi akan adanya racun dalam tubuh yang berlebih. 

Dimana keberadaan sembelit itu sendiri juga diakibatkan karena tubuh banyak mengonsumsi berbagai jenis makanan olahan. Yang mana di dalamnya banyak mengandung bahan kimia, zat pengawet, pestisida dan lainnya. Sehingga sembelit pun bisa memberikan dampak, yakni sakit kepala, kelelahan, dan rasa nyeri. 

*4. Berat badan yang sulit turun*

Terkadang juga faktor permasalahan hormonal di tubuh menjadikan berat badan sulit diturunkan. Dimana fungsi hormon dalam tubuh yang mengalami masalah, bisa saja disebabkan oleh racun yang terdapat dalam tubuh, Yakni di saat seseorang mengonsumsi makanan, memakai produk perawatan tidak tepat, dan sebab lainnya. Sehingga sulitnya menurunkan berat badan, juga dipengaruhi oleh racun yang terlalu banyak dalam tubuh. Dengan begitu, setidaknya mereka bisa melakukan detoksifikasi sebagai solusi yang tepat untuk membersihkan semua racun dalam tubuh tersebut.

*5. Nyeri pada otot*

Merasa nyeri pada otot di tubuh juga menjadi salah satu indikasi bahwa ada banyak racun yang mengendap dalam tubuh.
Dan biasanya rasa sakit di bagian otot ini bisa terlihat ketika tubuh melakukan aktivitas fisik yang lebih dari biasanya, dan tiba-tiba saja sakit otot muncul.
Hal demikian bisa menjadi pertanda bahwa keberadaan racun sudah masuk ke dalam otot dan persendian tubuh.
Sementara ciri-ciri nyeri otot karena faktor kelebihan racun dalam tubuh, biasanya terjadi secara berulang dan terus menerus. Sehingga mereka bisa segera melakukan langkah detoks, baik itu secara alami maupun dengan menggunakan bantuan medis.

*6. Mata menjadi merah.*

Memang bagian organ mata memiliki hubungan yang sangat erat dengan organ hati. Dimana kondisi mata yang menjadi merah, memiliki arti bahwa kondisi organ hati memiliki tingkat racun dalam jumlah tinggi.
Dan terjadinya mata merah bisa juga dikarenakan tubuh sedang melakukan proses pembuangan racun dari dalam. Sehingga kondisi mata merah ini, bisa menjadi indikasi akan banyaknya jumlah racun yang terdapat di dalam tubuh.

*7. Batuk tanpa dahak.*

Mengalami batuk namun tidak berdahak, maka hal demikian juga bisa menjadi pertanda bahwa bagian organ paru-paru sedang mengandung racun atau toksin dengan jumlah berlebih.
Dan bilamana terjadinya batuk tersebut diselingi oleh rasa gatal di tenggorokan, maka hal demikian merupakan proses pengeluaran racun di bagian tenggorokan dan paru-paru. Dan biasanya kondisi yang semacam ini dialami oleh kebanyakan orang yang merokok dan menghirup udara tercemar.
Oleh karena itu, mengalami batuk tak berdahak bisa jadi sebuah indikasi terdapatnya racun yang berlebih di dalam tubuh, terutama pada organ paru-paru.

*8. Hidung sering tersumbat*

Dimana bagian organ hidung sendiri memang memiliki hubungan yang cukup erat dengan paru-paru dan tenggorokan. Dan bilamana hidung seringkali tersumbat, bisa menjadi pertanda bahwa organ tubuh paru-paru mengandung banyak racun. Sehingga hal demikian bisa menjadi indikasi bahwa tersumbatnya hidung ini, juga merupakan terdapat banyak racun di dalam organ tubuh, terutama di bagian paru-paru dan tenggorokan.

*9. Bau mulut berlebih dan sulit disingkirkan*

Jika seseorang sudah menyikat gigi, membersihkan mulut untuk menghilangkan bau tak sedap, Namun masih tetap saja kondisi bau mulut sulit untuk disingkirkan, Maka terjadinya bau mulut tersebut bisa menjadi pertanda bahwa organ hati / liver sedang berjuang untuk mengeluarkan racun dalam tubuh yang berlebih.
Oleh karena itu, terjadinya bau mulut yang sulit disingkirkan ini, bisa menjadi pertanda bahwa organ tubuh sedang mengandung banyak racun.

*10. Rasa lelah yang berkepanjangan.*

Banyak orang yang sudah tidur secara teratur dan cukup, akan tetapi masih saja rasa lelah muncul sepanjang hari dan kondisi tubuh tetap mengantuk, yang mana mengantuk ini bukan karena makan makanan manis, Maka bisa saja menjadi indikasi bahwa tubuh sedang bekerja keras mengeluarkan racun yang masuk dan menyerang tubuh. Oleh karena itu, kondisi yang seperti ini bisa menjadi pertanda bahwa tubuh sedang mengandung toksin, atau zat racun dalam tubuh.

*CEPAT atau TERLAMBAT, SETIAP ORANG YANG MASIH HIDUP DI JAMAN KEKINIAN, AKAN MEMBUTUHKAN PROGRAM DETOX PENCERNAAN.*

Jumat, 03 Maret 2017

Ciri-ciri Cobaan

*Pembahasan*

_*Pertanyaan:* bgmn seorang dpt terkena gangguan syaithan atau sihir padahal tidak jauh/meninggalkan dari ibadah wajib dan sunnah, bahkan tanfidz atau juru dakwah..?_

_*Jawaban:* perlu diketahui bahwa maksiat bukan satu satunya syarat datangnya bala'_

*_secara umum bala' ada 4 jenis, yaitu:_*

1. *Bala' al Intiqam* (cobaan sbg balasan).
Jenis ini terjadi pd kaum kafir, munafik dan fasik, sbg Alloh membalas mereka agar menjadi pelajaran bagi yg lainnya, misalkan terjadi pada Fir'aun dan sejenisnya.

2. *Bala' Tadzkirah* (cobaan sbg peringatan).
Jenis ini datang dari Alloh pd hamba Alloh yg menyimpang atau bermaksiat dlm kondisi lupa/lalai, tapi dlm hatinya ada kebaikan yg diketahui Alloh, lalu Alloh memberi cobaan berupa penyakit misalnya, hingga dia kembali mengingat Alloh kemudian bertaubat.

3. *Bala' al Ikhtibar* (cobaan sbg ujian).
Jenis ini menimpa seluruh orang yg mengaku dirinya beriman, sebagaimana dalam Al Qur'an _Surat Al a'nkabut:2-3_
Jika dia benar seorang mukmin sejati, maka ia bersabar, berikhtiar, dan memohon kpd Alloh agar meneguhkan agamanya, hingga bala' tsb berlalu dan ia lulus ujian dg izin Alloh.
Jika dia hanya seorang yg mengaku beriman secara zhahir anggota tubuhnya dan tidak benar benar beriman, maka dlm menghadapi ujian ia akan menyimpang dan tidak bersabar hingga gagal dlm ujian kemudian tampaklah hakekat keimanan dia yg sebenarnya.

4. *Bala' at Tamhish atau at Takhfif wa Raf'u Darajat* (Cobaan sbg pembersih atau peringan dab pengangkat derajat).
Jenis ini menimpa pada orang yg telah beriman dengan benar dan lurus. Sebagaimana terkandung dlm Al Qur'an Surat _Al Baqarah ayat 155 dan 214._

Rasulullah Muhammad _Shallallahu alaihi wasallam_ bersabda, _"Tidak seorang muslim pun yang terkena suatu penyakit atau sejenisnya melainkan Alloh akan menggugurkan kesalahannya sebagaimana pohon yang menggugurkan daunnya."_ (HR Bukhari dan Muslim)

Juga bersabda, _"Barangsiapa yang Allih menginginkan kebaikan kepadanya, maka ia akan menerima cobaan dariNya."_ (HR Bukhari)
Juga bersabda: _"Jika Alloh ingin memberikan kebaikan kepada seorang hamba, maka Dia akan menyegerakan hukuman kepadanya di dunia, dan jika Alloh menginginkan keburukan pada HambaNya, maka Dia akan menangguhkan hukuman tersebut hingga ia akan menerimanya di Hari Kiamat."_

Juga bersabda: _"Besarnya ganjaran/pahala yang diterima oleh seseorang adalah sebesar cobaan yang diterima. Dan Allah apabila mencintai suatu kaum, maka Dia akan menguji mereka. Barangsiapa yang ridha, maka ia akan mendapat keRidhaan Allah dan barangsiapa yang marah, maka ia akan mendapat Murka Alloh."_ (HR Tirmidzi)

Kini lihatlah diri Anda, termasuk dalam golongan Bala' yang mana..?
Jika termasuk yg pertama, maka berlindunglah kepada Alloh dari hal itu dan berusaha kembali kepada Alloh sebelum terlambat.
Jika termasuk yg kedua, maka mohonlah kpd Alloh agar Dia mengembalikan Anda kepadaNya dan agar bala' tsb menjadi peringatan dan Rahmat.
Jika termasuk yg ketiga, mohonlah kpd Allah agar Dia meneguhkan Anda dan _berikhtiar yg lurus &  bersabar_ hingga lulus ujian.
Jika termasuk yg  ke empat, maka _bersabar dan memuji Allah_ ,
karens Dia ingin menghapus dosa, menyucikan dan meninggikan derajat Anda di dunia dan kelak di Akhirat.

_Intinya jika seorang mukmin terkena gangguan syaithan atau sihir, maka pengaruhnya tidak akan sehebat yg dirasakan oleh seorang yg fasik atau munafik jika mereka mengalami hal tersebut_.
Syaithan atau sihir hanya dapat menimpakan penyakit kepada orang mukmin yg menyebabkan ia harus berada di atas tempat tidur, atau susah tidur, atau mimpi buruk.
Sebagai ganti untuk dpt membuatnya meninggalkan sholat, maka setan hanya dapat mengganggu sholatnya saja.
Dan semua itu dengan karunia Alloh akan menjadi ringan karena ketaatan seorang mukmin tersebut.

*Semoga bermanfaat*

_Syifa Al manshurin "313"_