Kamis, 23 Maret 2017

KEUTAMAAN JUM'AT ADA WAKTU MUSTAJAB UNTUK BERDOA

KEUTAMAAN JUM'AT ADA WAKTU MUSTAJAB UNTUK BERDOA

Pada hari Jum’at, Allah mensyari’atkan shalat Jum’at, sebagaimana dinyatakan dalam firmanNya :

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلاَةِ مِن يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرُُ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui” [Al Jum’ah:9].

Dalam ayat ini Allah memerintahkan untuk menunaikannya, padahal perintah -dalam istilah ushul fiqh- menunjukkan kewajiban. Demikian juga larangan sibuk berjual beli setelah ada panggilan shalat, menunjukkan kewajibannya; sebab seandainya bukan karena wajib, tentu hal itu tidak dilarang.

Sedangkan dalil dari Sunnah, ialah sabda Rasulullah:

لَيَنْتَهِيَنَّ أَقْوَامٌ عَنْ وَدْعِهِمْ الْجُمُعَاتِ أَوْ لَيَخْتِمَنَّ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ ثُمَّ لَيَكُونُنَّ مِنْ الْغَافِلِينَ

“Hendaklah satu kaum berhenti dari meninggalkan shalat Jum’at, atau kalau tidak, maka Allah akan mencap hati-hati mereka, kemudian menjadikannya termasuk orang yang lalai.” [ HR Imam Muslim ]

berdasarkan hadits Thariq bin Syihab dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Beliau bersabda.

الْجُمُعَةُ حَقٌّ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ فِي جَمَاعَةٍ إِلَّا أَرْبَعَةً عَبْدٌ مَمْلُوكٌ أَوْ امْرَأَةٌ أَوْ صَبِيٌّ أَوْ مَرِيضٌ

“Shalat Jum’at wajib bagi setiap muslim dalam berjama’ah, kecuali empat: hamba sahaya, wanita, anak-anak atau orang sakit” [  HR.Shahih muslim ].

FADHILAH..

1. Di antara kebarokahan hari Jum’at, bahwa di dalamnya terdapat waktu-waktu dikabulkannya do’a.
Dalam ash-Shahihain terdapat hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut hari Jum’at, lalu beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,"

“فِيْهِ سَاعَةٌ لاَ يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي يَسْأَلُ اللهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَأَشَارَ بِيَدِهِ يُقَلِّلُهَا.”

“‘Di hari Jum’at itu terdapat satu waktu yang jika seorang Muslim melakukan shalat di dalamnya dan memohon sesuatu kepada Allah Ta’ala, niscaya permintaannya akan dikabulkan.’ Lalu beliau memberi isyarat dengan tangannya yang menun-jukkan sedikitnya waktu itu.”  [ Shahih al-Bukhari (I/224) kitab al-Jum’ah dan Shahih Muslim (II/584) kitab al-Jumu’ah. ]

2. BAHWA waktu itu dimulai dari duduknya imam(KHATIB) sampai pelaksanaan shalat Jum’at. Di antara dalilnya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahihnya,

“عَنْ أَبِي بُرْدَةَ بْنِ أَبِي مُوسَى الأَشْعَرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: أنَّ عَبْدَ اللهِ بْنُ عُمَرَ c قَالَ لَهُ: أَسَمِعْتَ أَبَاكَ يُحَدِّثُ عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي شَأْنِ سَاعَةِ الْجُمُعَةِ ؟ قَالَ : قُلْتُ نَعَمْ. سَمِعْتُهُ يَقُولُ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: هِيَ مَا بَيْنَ أَنْ يَجْلِسَ الإِمَامُ إِلَى أَنْ تُقْضَى الصَّلاَةُ.”

Dari Abu Burdah bin Abi Musa al-Asy’ari[6] Radhiyallahu anhubahwa ‘Abdullah bin ‘Umar Radhiyallahu anhuma berkata padanya, “Apakah engkau telah mendengar ayahmu meriwayatkan hadits dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sehubungan dengan waktu ijaabah pada hari Jum’at?” Lalu Abu Burdah mengatakan, ‘Aku menjawab, ‘Ya, aku mendengar ayahku mengatakan bahwa, ‘Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Yaitu waktu antara duduknya imam (khatib)sampai shalat dilaksanakan.’”  [ Shahih Muslim (II/316) Kitaabul Jumu’ah  ]

3. Kebarokahan lain yang dimiliki hari Jum’at bahwa di dalamnya terdapat keutamaan yang besar bagi siapa saja yang bersegera pergi ke masjid lebih pagi untuk shalat Jum’at.
Dalam ash-Shahihain terdapat hadits Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“مَنِ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ غُسْلَ الْجَنَابَةِ ثُمَّ رَاحَ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدَنَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّانِيَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَقَرَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّالِثَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ كَبْشًا أَقْرَنَ وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الرَّابِعَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ دَجَاجَةً، وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الْخَامِسَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَيْضَةً فَإِذَا خَرَجَ اْلإِمَامُ حَضَرَتِ الْمَلاَئِكَةُ يَسْتَمِعُونَ الذِّكْرَ.”

“Barangsiapa yang mandi pada hari Jum’at seperti mandi janabah lalu segera pergi ke masjid, maka seakan-akan berkurban dengan unta yang gemuk, dan barangsiapa yang pergi pada jam yang kedua, maka seakan-akan ia berkurban dengan sapi betina, dan barangsiapa pergi pada jam yang ketiga, maka seakanakan ia berkurban dengan domba yang bertanduk, dan barangsiapa yang pergi pada jam yang keempat seakan-akan ia berkurban dengan seekor ayam, dan barangsiapa yang pergi pada jam kelima, maka seakan-akan ia berkurban dengan sebutir telur. Dan apabila imam telah keluar (untuk berkhutbah), maka para Malaikat turut hadir sambil mendengarkan dzikir (nasihat/peringatan).” [ Shahih al-Bukhari (I/213) kitab al-Jumu’ah  ]

4. Dibolehkan shalat di pertengahan siang di hari Jumat sebelum zawal

عن سَلْمَان الْفَارِسِيّ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : » مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَتَطَهَّرَ بِمَا اسْتَطَاعَ مِنْ طُهْرٍ ثُمَّ ادَّهَنَ أَوْ مَسَّ مِنْ طِيبٍ ثُمَّ رَاحَ فَلَمْ يُفَرِّقْ بَيْنَ اثْنَيْنِ فَصَلَّى مَا كُتِبَ لَهُ ثُمَّ إِذَا خَرَجَ الْإِمَامُ أَنْصَتَ غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ الْأُخْرَى « رواه البخاري

Dari Salman Al Farisi radhiyallohu anhu berkata Rasulullah shallallohu alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang mandi pada hari Jumat dan bersuci semampunya kemudian memakai wewangian lalu menuju ke mesjid dimana dia tidak memisahkan antara dua orang (yang duduk di mesjid) lalu dia shalat sesuai dengan yang ditetapkan Allah (sekemampuannya) kemudian jika imam keluar dari tempatnya untuk berkhutbah dia diam mendengarkan khutbah niscaya akan diampuni dosanya yang terjadi diantara kedua Jumat” (HR. Bukhari)

5. Berjalan Menunaikan Sholat Jum'at = Pahala Puasa dan Sholat Setahun
Orang yang berjalan untuk menunaikan sholat Jum’at, pada tiap langkah kakinya ada pahala puasa dan sholat setahun. Sebagaimana hadits Aus bin Aus radhiyallahu ’anhu beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salam bersabda,
من غسل واغتسل يوم الجمعة وبكر وابتكر ودنا من الإمام فأنصت, كان له بكل خطوة يخطوها صيام سنة وقيامها وذلك على الله يسير

Artinya :
Barangsiapa yang mandi lalu berwudhu pada hari Jum’at, lalu ia bersegera dan bergegas (untuk sholat), kemudian ia mendekat kepada imam dan diam, maka baginya pada setiap langkah kaki yang ia langkahkan (ada pahala) puasa dan sholat setahun, dan yang demikian ini adalah sesuatu yang mudah bagi Alloh. (HR Ahmad).

Kesimpulan dan TATA TERTIB:

1.sholat jumat hukumnya wajib
2.Waktu mustajab untuk berdoa
3.Di awali mandi junub dan menggunakan wangi2an
4.Dalam riwayat lain gunakan pakaian yg bagus ,terbaik dan polos tidak berbatik.Seperti baju koko,gamis,jubah,kopyah,peci,sorban.
5.Satu langkah kaki untuk berjalan nilainya seperti puasa setahun,dan sholat sunah setahun
6.Datang tidak boleh memiyak di antara 2 ORANG yg duduk,hendaknya mencari tempat yg kosong.
7.waktu mustajabnya doa di antara imam khatib duduk setelah khutbah pertama dan habis Asar sampai maghrib.
8.Pintu masuk masjid ada malaikat yg mencatat.
9.Kelompok 1.Seperti Qurban unta,2.Qurban Sapi,3.Qurban kambing,4. Qurban Ayam , 5.Qurban sebutir Telor
10..Wudhu yang sempurna.
11.Diam dan khusuk mendengarkan khutbah.
12.Sholat sunnah 2 rakaat.

Semoga bermanfaat wal BAROKAH
Nb : mohon koreksi

MONGGO BERDOA DAN SHOLAT JUMAT

Edit : H.THORIQ Rahmat

Senin, 13 Maret 2017

TAKLID dan TA'ASHUB kerusakan umat para Nabi . termasuk ke dalam syirik ❗️

I

👎 TAKLID dan TA'ASHUB kerusakan umat para Nabi .
termasuk ke dalam syirik ❗️

✅Taklid adalah ikut-ikutan dalam beragama dengan kebodohan tanpa berpedoman kepada kitabullah dan sunnah RosulNya

✅ Ta'ashub adalah fanatik berlebihan kepada manusia tanpa lagi melihat haq atau bathil

وَكَذَلِكَ مَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ فِي قَرْيَةٍ مِنْ نَذِيرٍ إِلا قَالَ مُتْرَفُوهَا إِنَّا وَجَدْنَا آبَاءَنَا عَلَى أُمَّةٍ وَإِنَّا عَلَى آثَارِهِمْ مُقْتَدُونَ

Dan demikianlah, Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi peringatan pun dalam suatu negeri, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata, “Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak mereka.”
( surat Az-Zukhruf ayat 23)

Termasuk manusia Perusak agama sejak zaman dahulu adalah para pembesar , dan para orang-orang kaya.

Pada awalnya mereka taklid kepada bapak-bapak mereka , lalu mereka memaksa orang rendahan mereka untuk mengikuti mereka

وَقَالَ ٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوا۟ لَوْ أَنَّ لَنَا كَرَّةً فَنَتَبَرَّأَ مِنْهُمْ كَمَا تَبَرَّءُوا۟ مِنَّا ۗ كَذَٰلِكَ يُرِيهِمُ ٱللَّهُ أَعْمَٰلَهُمْ حَسَرَٰتٍ عَلَيْهِمْ ۖ وَمَا هُم بِخَٰرِجِينَ مِنَ ٱلنَّارِ

"Dan orang-orang yang mengikuti berkata, "Sekiranya kami mendapat kesempatan (kembali ke dunia), tentu kami akan berlepas tangan dari mereka, sebagaimana mereka berlepas tangan dari kami." Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal per-buatan mereka yang menjadi penyesalan mereka. Dan mereka tidak akan keluar dari api neraka."
(Surat Al-Baqoroh 167)

Benarlah perkataan  Imam Abdullah Ibnu Mubarok ( 118 H— 181 H) .

وَ هَلْ أَفْسَدَ اْلدِّيْنَ إِلاَّ اْلمُلُوْكُ    وَ أَخْبَارُ سُوْءٍ وَ رُهْبَانُهَا

“Tidak ada yang merusak agama kecuali   para raja, ulama su’(jelek)dan pendetanya.

Minggu, 12 Maret 2017

TEHNIK DETEKSI JIN SIMPEL


TEHNIK DETEKSI JIN SIMPEL

Bismillahirrahmanirrahim
Syaikh Abu Baraa’ bin Yasiin Al Ma’aniy mengajarkan tehnik simpel deteksi jin pada tubuh anda yaitu :
Duduk atau berbaring dengan sikap tubuh relaks. Saat menarik nafas ucapkanlah dalam hati “‘Bismillahi awwalahu wa akhirahu” (Dengan nama Allah yang memulai dan yang mengakhiri) lakukan berulang kali mengucapkan doa tsb dalam hati saat anda menarik nafas.
Jika anda mual apalagi muntah atau pusing, gemetaran, terasa panas dibagian tubuh tertentu itu tandanya anda ada jinnya.

Tehnik ini bisa juga mengusir jin dalam tubuh ketika narik nafas dan baca doanya niatkan usir seluruh jin dalam tubuh agar keluar dari tubuh.

Wallahu a’lam.

DOA UNTUK BAYI YANG BARU LAHIR


🚼 DOA UNTUK BAYI YANG BARU LAHIR

Kita dianjurkan untuk mendoakan anak yg baru lahir diantaranya:

📌 Pertama, memohon keberkahan untuk si anak

Dari Abu Musa radliallahu ‘anhu,beliau mengatakan:

وُلِدَ لِي غُلاَمٌ، فَأَتَيْتُ بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَسَمَّاهُ إِبْرَاهِيمَ، فَحَنَّكَهُ بِتَمْرَةٍ، وَدَعَا لَهُ بِالْبَرَكَةِ، وَدَفَعَهُ إِلَيَّ

“Ketika anakku lahir,aku membawanya ke hadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau memberi nama bayiku,Ibrahim dan men-tahnik dgn kurma lalu mendoakannya dgn keberkahan. Kemudian beliau kembalikan kepadaku. (HR. Bukhari 5467 dan Muslim 2145).

📃 Teks Doa Memohon Keberkahan

Tidak ada teks doa khusus yg isinya permohonan berkah untuk anak.

Karena itu,kita bisa berdoa dgn bahasa apapun yg kita pahami. Misalnya dgn membaca  َ بَارَكَ اللّهُ فِيك
"ْBaarkallahu fiik" (semoga Allah memberkahi kamu) atau semacamnya.

📌 Kedua, memohon perlindungan dari godaan setan

Salah satu diantara contoh hal ini adalah apa yg dipraktekkan oleh istri Imran,yg merupakan ibunya maryam. Allah menceritakan kejadian ketika istri Imran melahirkan Maryam,

فَلَمَّا وَضَعَتْهَا قَالَتْ رَبِّ إِنِّي وَضَعْتُهَا أُنْثَى وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا وَضَعَتْ وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالْأُنْثَى وَإِنِّي سَمَّيْتُهَا مَرْيَمَ وَإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Tatkala isteri ‘Imran melahirkan anaknya,diapun berkata: “Ya Tuhanku,sesunguhnya aku melahirkannya seorg anak perempuan;dan Allah lebih mengetahui apa yg dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tdklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku tlh menamai Dia Maryam dan aku mohon perlindungan tuknya serta anak2 keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yg terkutuk.” (QS. Ali Imran: 36).

Satu hal yg istimewa,karena doa ibunda Maryam ini,ketika Maryam lahir,dia tdk diganggu setan,demikian pula ketika Nabi Isa dilahirkan. Allah mengabulkan doa ibunya Maryam. Dari Abu Hurairahradhiyallahu ‘anhu,Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا مِنْ بَنِي آدَمَ مَوْلُودٌ إِلَّا يَمَسُّهُ الشَّيْطَانُ حِينَ يُولَدُ، فَيَسْتَهِلُّ صَارِخًا مِنْ مَسِّ الشَّيْطَانِ، غَيْرَ مَرْيَمَ وَابْنِهَا

Setiap bayi dari anak keturunan adam akan ditusuk dgn tangan setan ketika dia dilahirkan,sehingga dia berteriak menangis,karena disentuh setan. Selain Maryam dan putranya. (HR. Bukhari 3431). Kemudian Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,membaca surat Ali Imran ayat 36 di atas.

Kita bisa meniru doa wanita sholihah,istri Imran ini. Hanya saja,perlu disesuaikan dgn jenis kelamin bayi yg dilahirkan. Karena perbedaan kata ganti dlm bahasa arab antara lelaki dan perempuan.

✔a. Jika bayi yg dilahirkan perempuan,Anda bisa baca

اَللَّهُمَّ إِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

✔b. Jika bayi yg lahir laki-laki, kita bisa membaca

اَللَّهُمَّ إِنِّي أُعِيذُهُ بِكَ وَذُرِّيَّتَهُ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Artinya dua teks doa ini sama:

“Ya Allah, aku memohon perlindungan kepada-Mu tuknya dan tuk keturunannya dari setan yg terkutuk.”

Kita juga bisa memohon perlindungan tuk anak dari gangguan setan,dgn doa seperti yg pernah dipraktekkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,ketika mendoakan cucunya: Hasan dan Husain.

Ibnu Abbas menceritakan,bahwa Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam membacakan doa perlindungan tuk kedua cucunya,

أُعِيذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

Aku memohon perlindungan dgn kalimat2 Allah yg sempurna,dari semua godaan setan dan binatang pengganggu serta dari pandangan mata buruk. (HR. Abu Daud 337)

Kita bisa meniru doa beliau ini,dgn penyesuaian jenis kelamin bayi.

✔a. Jika bayi yg dilahirkan perempuan,Anda bisa baca

أُعِيذُكِ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

U’iidzuki

✔b. Jika bayi yg lahir laki-laki,kita bisa membaca

أُعِيذُكَ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

U’iidzuka…..

Berbeda pd kata ganti; 'k a’ dan 'ki’



Wallahu a'lam

Kamis, 09 Maret 2017

Doa untuk Anak-Anak Kita

*Doa untuk Anak-Anak Kita*

Mari sejenak doakan anak2 kita setiap hari dengan doa berikut ini:
*1. Ya Alloh jadikanlah anak-anak kami menjadi anak2 yg soleh dan solehat yg ahli ibadah, ahli perjuangan dan berakhlaq karimah.*

*2. Ya Alloh. jauhkanlah anak2 kami dari perbuatan –perbuatan dosa, perbuatan-perbuatan maksiat, perbuatan2 yg menyebabkan hina dan tercela di dunia dan akherat.*

*3. Ya Alloh jadikanlah anak-anak kami menjadi anak2 yg ahli ilmu, baik ilmu dunia dan utamanya ilmu akherat.*

*4. Ya Alloh jadikanlah anak2 kami selalu berbakti, takdzim dan thoat kpd kedua orang tua dan menjadi jariah bagi kedua orang tua.*

*5. Ya Alloh jadikanlah anak2 kami berhasil dan sukses dalam menggapai cita-cita yg luhur untuk kebarokahan hidupnya di dunia dan akherat.*

-رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Artinya:
*Wahai Tuhanku, berikanlah kepada Kami istri kami dan anak turun kami senangnya mata (baik dan elok dipandang mata), dan jadikanlah Kami bagi org-org taqwa sebagai pemimpin.* (QS. Al Furqon : 74)
 
- رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ 
Artinya: *“Wahai Tuhanku, berikan kepadaku dari sisi Engkau anak  turun yg baik. Sesungguhnya Engkau Dzat Maha Pendengar doa”.* (QS. Ali Imran : 38)

- اَللَّهُمَّ اجْعَلْ اَوْلاَدَنَا أَوْلاَدًا صَالِحِيْنَ حَافِظِيْنَ لِلْقُرْآنِ وَالسُّـنَّةِ فُقَهَاءَ فِي الدِّيْنِ مُبَارَكًاحَيَاتُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ  - اَللَّهُمَّ اجْعَلْ اَوْلاَدَنَا أَوْلاَدًا صَالِحِيْنَ حَافِظِيْنَ لِلْقُرْآنِ وَالسُّـنَّةِ فُقَهَاءَ فِي الدِّيْنِ مُبَارَكًاحَيَاتُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ
Artinya: *Ya Alloh jadkanlah anak2 kami anak2 yg soleh, hafal menjaga terhadap Al-Quran dan sunnah , paham dalam urusan agama, barokah hidupnya di dunia dan akherat.*

  - اَللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْهِمُ اْلإِيْمَانَ وَزَيِّنْهُ فِي قُلُوْ بِهِمْ وَكَرِّهْ إِلَيْهِمُ الْكُفْرَ وَاْلفُسُوْقَ وَالْعِصْيَانَ وَاجْعَلْهُمْ مِنَ الرَّاشِدِيْنِ
Artinya: *Ya Alloh cintakan pada mereka anak keimanan dan hiaskan iman itu didalam hati mereka dan bencikan pada mereka pada kekufuran dan kefasikan dan penentangan dan jadikanlah mereka golongan orang yg benar.*

Rabu, 08 Maret 2017

Islam Itu Rohmatan Lil-'alamin

Baca sampai selesai 👍👍
Tulisan seorang teman, ttng pengalaman pribadinya selama di KSA, panjang, tp menambah wawasan n sngt inspiratif, ditulis atas permintaan teman jg 😄

Dear Bu Wigati, Pak Benny, sesuai janji saya, saya buat tulisan tentang pengalaman saya tinggal di Saudi Arabia, beberapa hal yang membuat saya jadi tahu islam yang sunnah. Tentunya ini hanya pengalaman pribadi dan sangat mungkin subjective, dan ini hanyalah sebagian kecil contoh saja. Jangan terlalu digeneralisai dan diperdebatkan.

Assalamu Alaikum warohmatullohi Wabarokatuh.
Tulisan ini saya buat bukan karena uforia kedatangan Raja Salman ke Indonesia, tapi mungkin sebagai renungan dan pengingat untuk saya, sebenarnya islam seperti apakah yang rahmatan lil Alamin itu..

Saya hanya ingin menceritakan pengalaman pribadi saya selama hidup di KSA (Kingdom Saudi Arabia) kurun waktu 2008 - 2012. Semoga menjadi bahan pencerahan buat yang membacanya, seperti apakah sebenarnya KSA itu.

Sebenarnya sama sekali tidak ada pikiran atau niatan saya, untuk tinggal di KSA, sampai pada suatu saat saya mendapat tawaran kerja di Jeddah, KSA, sebagai seorang IT Manager di sebuah perusahaan FCMG, cukup besar dan memiliki banyak kantor cabang di KSA. Waktu itu perasaaan saya biasa2 aja, seperti seorang yang mendapat pekerjaan di LN, gaji gede, bebas pajak, dll. Hanya untuk perbaikan kehidupan, itu saja. Tidak lebih.

Saya sendiri bukanlah seorang yang sangat agamis, malah lebih cenderung moderat. Waktu itu saya tidak tau apa itu Wahabi, apa itu Sunnah, Syiah.. saya bener2 buta soal itu, karena selama bekerja di Indonesia tidak ada pikiran tentang itu, yang saya tau, sebagai muslim, ya sholat, puasa, zakat, haji..pengajian, zikr akbar dsb.

Dalam segala kebutaan soal-soal islami itu, saya berangkat ke KSA untuk bekerja, saya berangkat terlebih dahulu, keluarga menyusul setelah saya merasa settle di sana.

Selama tinggal di KSA, saya mulai merasakan ada sesuatu, ada sesuatu yang saya sendiri ga tau itu apa, yang kadang membuat saya terheran2, terpana, merenung tentang kehidupan Islami orang2 arab saudi ini.., untuk lebih singkatnya saya akan buat menjadi beberapa point, di mana setiap point itu yang membuat saya berusaha menjadi seorang yang menjalankan sunnah. Walaupun prosesnya tidak serta merta, tetapi melalui pemahaman yang panjang, hidayah yang turun naik, saya menganalisa dari point2 pengalaman saya dihubungkan dengan dalil dalil sunnah yang baru saya pelajari dikemudian hari.

Semoga cerita menjadi petunjuk untuk yang mengerti, seperti inilah kalau mau jadi kaya, baik dalam lingkup individu dan lingkup negara. Negara tandus yang diberkahi Allah Subhana Wata Ala, sudah sukup menjadi contoh dan bukti kebenaran akan janji Allah.

1. Orang Arab bodoh2 dan malas
Stigma ini sudah saya dengar sejak lama, itu juga yang jadi pegangan saya waktu berangkat, makanya kenapa banyak tenaga kerja asing, karena mereka malas2.. katanya, geblek, ngeyel, susah dll.... sampai saya melihat sendiri betapa santai dan malas nya mereka, jam 9 masuk kerja, jam 10 sudah keluar kantor, ngopi2 dulu, kerjaan bisa berhari hari selesai, dan lain lain.
Tapi..
Yang saya heran didalam kemalasan dan santai nya hidup mereka, tapi saat Dhuha dan adzan sholat berkumandang, mereka bergegas untuk pergi ke Masjid, tidak ada kompromi, walaupan sedang rapat/meeting, mengerjakan sesuatu, pokoknya tidak ada tawar menawar, saat waktu sholat, orang2 arab sudah menghilang, hanya 1 -2 pekerja yang tinggal di kantor dan kebanyakan mereka bukan orang Arab, seperti India, Pakistan, Philipine..

Dari renungan saya, ternyata..
Al Qur’an surat At-Thalaaq: 2-3: “…Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada diduga-duga…”

Pekerjaan bukanlah sesuatu yang utama buat mereka, mereka sangat meyakini sekali rezeki itu dari Allah, kadang bekerja itu buat mereka hanyalah sesuatu yang dilakukan untuk menunggu waktu sholat, sangat kental sekali bagaimana mereka itu benar2 mengutamakan sholat.

Kenapa Arab Saudi, negeri gurun tandus, kering, tetapi penduduknya kaya2 semua? Hidup mereka sangat terjamin, walaupun mereka tidak memiliki skill yang tinggi, pekerjaan yang biasa2 saja, tapi tetap saja hidup mereka lebih baik. Bicara soal kekayaan Alam, seperti minyak bumi, Negri (indonesia) kita juga ada minyak, ada emas, ada batubara, ada hutan, ada kayu, ada hujan, ada pertanian, tetapi kenapa orang2 arab saudi ini tetap lebih kaya, hidup lebih santai, dari mana mereka dapat uang? Aneh kan?
bandingkan dengan kita di Indonesia, semua orang bekerja keras untuk bisa mendapatkan uang, berangkat kerja pagi2 buta, malah ada yang baru azan subuh sudah berangkat, semata2 hanya untuk mengejar rezeki.
Orang2 arab ini, tidak harus berangkat kerja subuh, subuh waktunya sholat, jadi kadang mereka tertawa kalo saya cerita di jakarta, banyak orang yang sudah jalan kerja lepas subuh...

Di sini saya semakin penasaran, apa sih sebenarnya rahasia hidup mereka?

Di balik santai nya mereka, yang kita sebut malas, ternyata mereka adalah orang2 bertaqwa, pemerintahnya juga pemerintah yang bertaqwa, mejalankan hukum2 syariah, bayangkan orang yang bertqwa saja akan mendapatkan rezeki yang tak terduga, bagaimana kalau pemerintahan yang bertaqwa? rezeki bangsa lebih banyak dan tak terduga, siapa yang menduga, Arab Saudi bisa punya banyak minyak? yang menemukan minyak juga orang Amerika di sana, bukan arab, yang susah payah cari minyak itu orang2 kafir, si Muslim bertaqwa ini hanya menikmati hasil nya..., hebat bukan? saya rasa ini janji Allah sesuai surat di atas,

Nah, kalo ada minyak pasti ada uang, uang yang sangat banyak, uang nya untuk siapa? ya untuk penguasa Arab ya? Tapi alhamdulillah, karena penguasa Arab ini (Keluarga Saud) adalah orang2 yang sangat menghormati Ulama, pengelolaan uang di atur sesuai hukum syariah, ada Zakat, tidak ada pajak, ada tunjangan untuk rakyat miskin, pembangunan Masjid Haram, dan semakin mudahlah rakyat mereka mendapatkan uang. Dari uang ini juga, ummat islam memiliki tempat ibadah suci yang paling moderen di dunia, bandingkan dengan tempat suci agama2 lain..

Arab saudi sangat melindungi warga aslinya, gaji pegawai negri, minimal 8000 riyal untuk tingkatan paling rendah, gaji standard guru biasa, bisa 2x nya, saya pernah tanya petugas telkom yang benerin kabel di depan apartemen saya, orang Saudi, saya tanya gajinya..,dia bilang gaji saya kecil, cuma 8000 riyal..., weleh..., untuk seorang pengangguran warga Saudi Asli, akan mendapat tunjangan 3000-4000 riyal tergantung kondisi mereka, punya anak atau tidak. Asal tau saja satndard gaji pembantu indonesia, itu 800 riyal (sebenarnya 1500, tapi dipotong asuransi dll) .., jadi bisa bayangkan tidak, seorang pengangguran di saudi bisa dan mampu membayar pembantu.

Kembali ke masalah kerja, saya merasa ada yang salah dengan kehidupan kita, berangkat pagi2 subuh tapi rezeki ko cuma segitu2 aja.., kenapa?

https://archive.org/details/SatanicFinance

Saya membaca buku Satanic Finance, Tulisan A Riawan Amin, mantan direktur bank Muammalat, mungkin bisa membuka pikiran kita, dari buku ini saya baru menyadari "Riba/interest/Bunga" akan mengakibatkan "orang2 akan bekerja lebih keras, lebih giat, karena mereka harus mendapatkan uang lebih untuk membayar bunga hutang-hutang mereka".
Bisa kita bayangkan, di Indonesa, Suami kerja, Istri kerja, berangkat pagi2, bermacet macet dimotor, berjejal jejal di KRL dan Busway, untuk apa? hanya untuk mendapatkan uang untuk membayar cicilan rumah, cicilan mobil, asuransi, kartu kredit, dan hutang-hutang lainnya. Bertahun2 mereka melakukan itu supaya lunas, tapi apakah seperti itu tujuan hidup kita, setelah hutang lunas, kita terkena sakit, tua dan akhirnya di wariskan, syukur kalo sudah lunas, kalo belum, kasihan anak2 kita...
Itulah jahatnya riba, saya baru mengerti kenapa Allah sangat mengharamkan riba, dosa besar.

Di Arab Saudi, praktik Riba sangat dilarang, baik di bank2 maupun di tempat lain, mereka memang menawarkan juga kredit2 untuk rumah dan lain2, tapi tetap dalam koridor syariah yang murni. Saya pernah mendengar berita ada sebuah bank Asing, ketahuan melakukan praktik riba, oleh pemerintah Saudi bank tersebut ditutup selama 2 bulan, untuk dilakukan audit dan pemeriksaan, dan mereka memberikan denda sebagi sanksi. begitulah cara Pemerintah Saudi melindungi rakyatnya agar tetap Syarii.

Di Indonesia? ga usah warganya, pemerintahnya saja sudah banyak hutang dan ribanya harus di bayar bertahun tahun.., gimana mau jadi thoyibatun marobun gofur..?

=Surga di telapak Kaki ibu.
Orang Arab itu bodoh..., itu stigma yang saya dapat sebelumnya, point ini juga yang membuat saya terbuka hati dan iman saya mengenal rahasia hidup sunnah. Sebagai seorang manajer, saya tentunya mempunyai beberapa orang staff, ada orang Yaman, Ada India, ada Arab. Tentunya yang saya ceritakan adalah staf yang orang Arab ini, masih muda, tinggal bersama orang tua nya. Suatu hari dia tidak masuk, tanpa kabar yang jelas, padahal saya perlu dia. Kemudian saya telpon dia untuk menanyakan kenapa dia tidak masuk hari ini. Dia bilang badan nya agak kurang sehat, tapi di menjelaskan walaupun kurang sehat sebenarnya masih kuat untuk ke kantor. So saya bilang kenapa ga ke kantor saja?, saya perlu kamu. Agak kesal juga saya mendengarnya (dasar Arab males..). Dengan sangat sopan tapi yakin dia menjawab, tidak di izinkan oleh "ibunya". WOW.. makin kesel saya, agak sedikit mengancam saya memaksa dia untuk masuk.., Dan ini jawaban anak Arab itu yang membuat saya terpana... " Malis Mudir" (Maaf Boss), saya lebih baik dipecat sama anda, daripada saya melawan keinginan ibu saya, beliau memaksa saya untuk istirahat dan tidak berangkat, buat apa kerja kalau tidak didoakan ibu saya... PLAK.. serasa ditampar muka saya.  Ummi is everything, ummi is the boss.. Hanya orang yang beriman tinggi yang meyakini sunnah dan hukum Allah yang berani bicara seperti ini, dia masih jauh lebih muda dari saya. Allahu akbar, saya jadi ingat sama ibu saya, kalau kita di Indonesa, permintaan ibu seperti itu tidak akan kita anggap, malah kita akan memarahi ibu kita, atau protes atau menentang nya, "Kalo ibu larang, saya pasti dipecat dong bu..." atau semacam nya... , Masya Allah.

Anak muda Arab ini sangat yakin, bahwa ibunya lah, doa ibunya lah yang akan bisa menyelamatkan dia, bukan si Boss dikantor.
Kadang dari sudut pandang orang sekuler, menuruti keinginan ibu yang ga jelas itu, adalah suatu kebodohan, ya kebodohan, spt bayangan saya terhadap anak Arab itu, bego banget sih?. Setelah sekian tahun saya menyadari, ternyata kebodohan yang fatal sebenarnya adalah melawan dan menyakiti ibu.
Banyak anak2 zaman sekarang yang hidupnya hancur, berantakan, karena melawan dan menyakiti ibunya, atau ibunya tidak mampu mendoakan anak2 nya, karena buta agama.

Di Arab, saya bisa melihat begitu besar bakti anak kepada ibunya, pada saat umroh, saya pernah melihat seorang laki2 yang mendorong ibunya dengan kursi roda melawan arus jalan orang yang ramai, laki2 itu di marahi oleh orang2 yang lewat, tapi dia tetap tidak peduli, dia hanya ingin menuruti keinginan ibunya untuk didorong ke arah yang berlawanan. Demi seorang ibu dia ikhlas dimarahi orang2, yang penting keinginan ibunya terpenuhi... Masya Allah.

=Kotak Amal..?
Di Indonesia, kalo kita sholat jum'at, atau ada majelis dll, pasti didedarkan sebuah kotak, kotak yang ada lubang nya seperti celengan, itulah kotak amal. Pertama kali saya jumatan di sebuah mesjid di Jeddah, saya juga berpikir akan mengalami hal yang sama, saya sudah menyiapkan beberapa lembar uang riyal untuk saya masukkan nantinya kekotak amal. Setelah sholat jumat, saya baru sadar ternyata tidak ada kotak amal, padahal saya sudah niat sedekah. Saya clingak clinguk mencari kotak, tapi sama sekali tidak ada. Alhasil, saya bertanya kepada seorang jemaah Arab, saya mau sedekah ke mesjid, dia sambil tersenyum menjelaskan, ga perlu, masjid2 di sini sudah ditanggung operasionalnya oleh orang2 kaya arab, mereka tidak perlu lagi meminta uang ke jemaah. Kalaupun ada malah masjid yang memberi uang kepada jemaah yang membutuhkan, jadi mesjid di sana biasanya menjadi tempat mengadu dan tempat memohoh bantuan. Dan menurut mereka, untuk ukuran pekerja asing spt kita, kita tidak diwajibkan bayar zakat, malah harusnya diberi infaq dan sedekah. Bayangkan, kita ini orang2 asing yang harus diberi sedekah, karena yang "berhak" memberi sedekah dan zakat adalah orang Arab si tuan rumah. WOW..
Ulama-ulama pun, kehidupannya dijamin oleh pemerintah, tidak harus menerima dari jemaah, jadi tugas mereka penuh hanya untuk mendidik rakyat dan ummat untuk menjadi muslim yang sunnah dan syarii..

=Alhamdulillah ke banjiran..dan kecopetan.
Orang Arab yang Aneh.. mungkin kita berpikir seperti itu.
Salah satu ke-Ihsanan yang tinggi adalah menyikapi musibah dengan bersyukur (ini saya dapat dari salah satu Ustadz Sunnah di Jakarta baru2 ini).
Saya benar2 mengalami hal di atas saat dulu waktu di Arab, dan belum menyadari ilmu ini.
Saat itu saya ingat banjir besar di Jeddah, tahun 2011 awal, beberapa rumah dan apartement terendam banjir, mobil2 terbawa arus, buat mereka ini sesuatu yang luar biasa.
Salah satu orang Arab kenalan saya, rumahnya juga hancur terendam banjir, sebagai teman saya ingin menyampaikan keprihatinan saya. Yang saya heran dia hanya mengucapkan 'Alhamdulillah, Alhamdulillah', berulang ulang. Waktu saya berpikir apa mungkin dia menjadi stress ya?.. aneh juga ...

Kejadian ke dua, saat istri saya mengalami musibah kecopetan.
Karena yang hilang adalah surat2 penting, seperti ID-Card maka kami harus melaporkan ke Polisi.
Setelah membuat laporan dihadapan Kepala Polisi tersebut hanya mengatakan, 'Alhamdulillah, Alhamdulillah'. Saya masih belum mengerti apa maksudnya, istri saya juga, dia menjadi kesal karena kita mendapat musibah ko dia malah bilang Alhamdulillah...

Ya begitulah, cara2 islami orang Arab dalam mensikapi musibah. Mereka selalu menunjukan dengan rasa syukur bukan minta dikasihani dan berlarut larut dalam kesedihan.

=Doa untuk jenazah.
Beberapa kali saya mendatangi kerabat yng meninggal di Arab, pernah orang indonesia, pernah juga orang Arab. Jarang sekali saya dapati, ada jenazah disemayamkan di rumah, prosesi pemandian, pengkafanan tidak dilakukan dirumah/ apartemen. Tapi ditempat khusus. kemudian langsung di bawa ke masjid untuk di sholatkan, lalu dimakamkan. Untuk beberapa orang Arab yg khusus, ada yang sengaja dibawa ke Masjidil Haram untuk disholatkan di sana. Kebetulan ada orang tua pemilik perusahaan tempat saya bekerja meninggal dan kami turut pergi ke Mekkah untuk mensholatkan orang tua beliau di Masjidil Haram. Pada waktu sholat, ternyata ada beberapa jenazah lain yang akan disholatkan juga didepan ka'bah. Yang menarik pada waktu jenazah akau diletakkan di depan Ka'bah, ratusan jemaah berebutan untuk mengusung jenazah2 tersebut, kita tidak mengenal siapa mereka, dan merekapun tidak mengenal siapa jenazah yang mereka usung. Saya merasa agak aneh, saya pikir mereka bagian dari keluarga, ternyata tidak. Mereka berebutan satu sama lain untuk memegang tandu jenazah untuk dibawa ke depan Ka'bah. Setelah saya tanyakan kenapa seperti itu, teman saya menjelaskan, pahala mengusung jenazah itu sangat besar apalagi kalau jenazah orang mulia dan ini kita berada di Masjid Haram, pahala nya akan dilipatkan lebih besar lagi. (ini yang tidak ada di indonesia, kalau perlu kita bayar orang untuk mengusung jenazah keluarga kita, soalnya berat)
Satu hal lagi yang menarik pada prosesi pemakaman, setelah jenazah dikuburkan, jemaah diperkenankan berdoa, tetapi mereka menekankan dengan tegas, berdoa menghadap kiblat, tidak menghadap ke kuburan.
jadi semua orang yang adammm dikuburkan, berdiri ditempat masing2, berdoa menghadap kiblat, tidak seperti di Indonesia, kita berdoa disekeliling kuburan mayit. Mereka sangat mengingatkan hal ini, terkait dengan kemungkinan ada nya unsur syirik, kalau berdoa menghadap kuburan. Subhanallah..

=Kesetaraan jender, family country...
Hak-hak perempuan sangat rendah di Saudi Arabia, itu yang sering kita dengar. Termasuk pemahaman saya juga saat itu, karena di Saudi, wanita tidak boleh menyetir, tidak boleh ke kuburan, dan lain-lain.
Hal itulah yang dibesar-besarkan oleh media barat dan pembela HAM.
Padahal kalau mau dipahami lebih dalam, kenapa mereka memperlakukan seperti itu? Karena perempuan adalah mahluk "Mulia", yang harus dilindungi, dilayani, didahulukan, dihormati. Sebagaiman perempuan sebenarnya. Mereka tidak perlu bekerja mencari nafkah (Janda2 disantuni pemerintah), tidak perlu antri, kalau ada perempuan mereka didulukan, yang laki2 harus ngalah.

=Beberapa pengalaman terkait masalah ini:

1. Pintu Mall yang utama hanya boleh dimasuki oleh perempuan dan keluarga, untuk single laki2 tidak boleh lewat pintu utama, harus lewat pintu samping yang jauuh.

2. Dalam urusan antri, golongan yang paling sial adalah para lelaki, mereka harus mengalah dan mundur kebelakang kalo ada perempuan, dalam beberapa situasi biasanya ada antrian khusus perempuan, dan biasanya mereka dilayani lebih cepat di bandingkan antrian laki-laki. Makanya kalo di Macdonald, Al baik, saya biasanya ajak istri saya, biar dia saja yang antri....

3. Dalam situasi apapun, perempuan selalu dibenarkan, walaupun mungkin membuat kesalahan, kalau ada masalah atau apapun, yang akan diminta tanggung jawab adalah laki-laki. Saya pernah melihat, seorang perempuan menyebrang sembarangan dan mendadak, menyebabkan mobil yang lewat menginjak rem sekuat2 nya, sehingga hampir terjadi kecelakaan, tetap polisi tidak akan menyalahkan perempuan.

4. Perempuan dan keluarga adalah segalanya. Kalau kita bepergian, kalo di indonesia, perempuan dan lelaki dalam satu mobil tidak akan menjadi masalah, beda di Saudi Arabia. Kalian akan dituduh zina, kecuali bisa membuktikan anda suami istri. Beda ceritanya kalo anda berdua dimobil dan didalamnya ada anak2, berarti anda adalah keluarga, untuk keluarga siapapun tidak bisa/berani menganggu, baik polisi, keamanan, keluarga selalu diutamakan. Mereka didahulukan di mana saja, di restoran ada tempat untuk Family/Women dan Man (mereka dipisah antara Bujangan, family/women). Buat yang masih bujangan, harus siap mental untuk dikebelangkangkan, dipinggirkan, dan dicurigai. Makanya cepat nikah..

=Tingkat keamanan yang tinggi.
Saudi Arabia, walaupun terdapat jutaan pekerja Asing, dari tukang sampah sampai direktur. Pemerintah nya sangat melindungi dan mendahulukan rakyat nya daripada kita para pendatang ini.
Dalam beberapa urusan administrasi kependudukan, antrian akan selalu dibedakan antara orang asing dan warga negara Arab dan antrian penduduk Arab asli akan didahulukan. (Beda dengan indonesia, china2 dan bule kaya diduluin, pribumi ngalah).
Belum lagi mengenai ktp untuk orang Asing (Iqomah), Saudi Arabia memiliki system online yang canggih untuk membuat orang asing tidak berkutik dan macam2, karena data iqomah kita langsung online ke data biometrik di imigrasi(Sidik Jari, kornea mata) dan apabila kita bikin SIM, data akan terhubung langsung. 

Saya ada contoh, teman saya orang India, dia pernah melakukan pelanggaran lalu lintas dan kena tilang, tapi tilangnya dia tidak bayar2. Pada saat dia ingin cuti pulang ke negaranya, di imigrasi tidak dikasih keluar, dia harus bayar denda 2000 riyal, karena data tilang nya muncul di imigrasi. Itu baru data pelanggaran lalu-lintas, lalu bagaimana dengan data pelanggaran hukum lainnya, spt berkelahi, mencuri, dll.. pasti tercatat secara online. Kalau sudah berat, biasanya orang asing sudah tidak bisa masuk lagi ke Saudi, dan data orang ini juga bisa dicek di seluruh negara2 teluk, karena sistem informasi mereka saling terhubung. Walaupun mengganti nama di passport, tetap bisa dilacak dari sidik jarinya.

Contoh berikutnya adalah saya sendiri, waktu proses pembuatan SIM mobil di Saudi Arabia, setelah mengikut testing, pada waktu pembuatan SIM tidak ada proses foto, jadi saya berpikir di SIM itu tidak ada fotonya. Setelah SIM nya jadi, saya liat ada foto saya, saya heran kapan saya fotonya?..setelah saya amati dengan seksama, foto itu adalah foto saya waktu masuk pertama kali ke Arab Saudi, foto itu dibuat di imigrasi, jadi saya berkesimpulan data imgrasi saya langsung terhubung ke data SIM saya.

Bandingkan dengan indonesia, orang asing bisa bebas melakukan apasaja, menipu, mabok, buka warung, jualan narkoba, tanpa ada catatan di imigrasi, mereka bisa bebas kabur begitu saja, dan masuk lagi tanpa hambatan, apalagi sekarang banyak juga yang bisa bikin ktp palsu....

=Tidak ada gading yang retak.
Sebaik2nya sesuatu pasti ada kurangnya juga, di sana juga ada Abu Lahab dan Abu jahal, disamping ada orang2 baik hati. Ada polisi korup, ada tukang tipu, samalah dengan Indonesia atau negara lainnya. Jadi saya anggap, kalau suatu kejelekan atau aib itu bisa terjadi dimana saja.
Cerita ini saya tulis bukan untuk menjadi ajang perdebatan, tetapi saya berharap menjadi sumber inspirasi betapa negara yang berdasarkan Syariat Islam murni adalah tempat terbaik sesuai janji Allah. Tentunya tidak lepas dari keterbatasan ilmu dan wawasan, semua ini murni pengalaman pribadi dan tidak untuk merendahkan atau menjelek2an siapapun.
Saya mohon maaf sebesar2 nya kalau ada kesalahan kata2.

Wassalamualaikum Warohmatullohiwabarokatuh.
Ridwan

Proses hidayah menjadi sunah tidak sebentar.

Mencegah Sifat Rakus

Seri Pengobatn Ruhani

*Mencegah Sifat Rakus*

JIKA SIFAT RAKUS dibiarkan lepas kendali maka ia . akan membuat seseorang dikuasai nafsu untuk makan sepuas-puasnya. Sifat ini menuntut terpenuhinya banyak hal yang menjerumuskan seseorang ke liang kehancuran. Sifat inilah penyebab utama menguatnya nafsu seksual.

Al-Harits ibn Kaldah)2 mengatakan bahwa makhluk daratan dan segenap binatang liar mati disebabkan menyantap makanan.

Yang lain mengatakan, kalau ahli kubur ditanya mengenai sebab kematian mereka maka mereka akan menjawab kelebihan lemak.

Ada sebuah riwayat yang juga dikaitkan dengan imam al-Hasan bahwa seseorang berkata kepada Samurah, “Anakmu tidak bisa tidur semalaman.” Ia bertanya, “Apakah karena kekenyangan.?”)3 Orang itu menjawab, “Ya, karena kekenyangan.” “Kalau begitu,” jawab Samurah, “aku tidak akan menyalatinya jika ia sampai mati.”.

Seseorang mengejek yang lain dengan berkata, “Bapakmu meninggal karena kebanyakan makan, sedangkan ibumu meninggal karena kebanyakan minum. . “Uqbah al-Rabis'i berkata, “Suatu ketika aku masuk ke rumah Imam al-Hasan. Waktu itu ia sedang makan, lalu mengajakku, Mari makan!” Kujawab, “Tadi aku makan kekenyangan.;Sontak ia berkata,

"Subbanallah, orang muslim makan hingga kekenyangan?”
****

Orang pintar makan untuk bertahan hidup, sementara orang bodoh bertahan hidup untuk makan. Tak jarang sesuap makanan dapat membuat seseorang tak bisa makan dan menjadi biang kehancuran. Masalah tercelanya perut yang kenyang sudah saya singgung dalam kitab Luqath fil-Manaf“. Kalau di dalam kitab ini saya menyinggungnya lagi, itu dimaksudkan agar setiap orang mencegah diri dari sifat rakus ini sehingga terhindar dari akibat buruknya. Bahwa saya mengawali kitab ini dengan pembahasan tentang keutamaan akal dan ketercelaan hawa nafsu, itu tak lain agar kita tidak terjerumus ke dalam kehinaan, dan terlepas dari kekhawatiran akan timbulnya akibat-akibat buruk yang tidak diinginkan.”
***

Sifat rakus ini juga berkenaan dengan pemenuhan hajat seksual. Dalam al-Luqatb saya jelaskan bahwa apabila pemenuhan hajat seksual inisering dilakukan akan berakibat pada gangguan kantong mani sehingga makanan-makanan mentah tersedot ke sana. Juga akan mengganggu organ-organ Vital lainnya, seperti otak, hati, dan jantung. Temperatur tubuh jadi menurun, dan ini membantu mempercepat proses kehancuran.

Jiwa yang bersih melakukan persetubuhan semata untuk mencegah kejahatan yang terpendam atau untuk memperoleh keturunan. Jika hal itu dilakukan semata untuk memenuhi kepuasan nafsu seksual, tak ada bedanya dengan binatang.
****

Rakus juga berkenaan dengan menumpuk kekayaan. Adalah gila dan dungu jika seseorang mengumpulkan harta melebihi batas kebutuhan. Sebab, harta lebih yang dikumpulkannya itu sesungguhnya bukan miliknya, melainkan bagian orang lain. Memang, tak dapat dimungkiri bahwa orang yang mengumpulkan kekayaan akan berkecukupan dan tidak membutuhkan lagi pemberian dari orang lain. Ia juga dapat memenuhi kebutuhan anak-anaknya, dan menyisihkan sebagian untuk orang-orang yang membutuhkan. Hanya saja, bagi orang yang berakal sehat sudah semestinya setelah kadar kebutuhan akan harta itu terpenuhi-tidak menyia-nyiakan sisa waktu yang sangat berharga itu. Ia juga mesti mencemaskan ruh yang masih hampa nilai ketika dalam perjalanan mencari harta baik di daratan maupun di lautan. Alangkah tepat apa yang dikatakan seorang penyair:

Orang yang menghabiskan hari-harinya Semata untuk menumpuk harta Khawatir dirinya miskin papa?
Itulah kemiskinan yang sebenarnya

Tak jarang kita lihat dan kita dengar orang yang berpetualang demi mencari kekayaan, di usianya yang sudah senja ia masih mengarungi lautan lepas dengan harapan memperoleh keuntungan melimpah, tetapi di tengah perjalanan ia tertimpa musibah sehingga tak sempat mencicipi apa yang diimpikan.

Penyakit ini harus diobati dengan cara merenungkan apa tujuan dari harta benda, mempertirn bangkan hasil yang mungkin diperoleh seraya khawatir apakah hartanya menjadi yang terbaik. Yakni, mempertimbangkan antara keberadaan dirinya dan waktu yang tersedia. Orang yang tak henti-hentinya berdialog dengan akal sehatnya pasti akan mengetahui apa yang seharusnya ia lakukan. Tetapi, orang yang sudah dikuasai penyakit rakus akan memilih kematian di padang kerakusan itu sendiri. Dan, tak ada yang ia tinggalkan selain-binatang tunggangan dan pelananya.

Demikian pula rakus berkenaan dengan segala jenis kesenangan duniawi, seperti bangunan megah, pakaian indah, kendaraan mahal, dan sebagainya. Penyakit ini berpangkal pada penurutan hawa nafsu, dan hanya mungkin disembuhkan melalui kesadaran bahwa pertanggungjawaban (hisab) atas harta yang ha' lal kelak di hari kiamat sangatlah berat, bahwa berlebih-lebihan itu dilarang. Juga, bahwa Allah Swt. tidak sudi memandang orang yang suka menarik bajunya dengan sikap angkuh dan sombong, bahwa segala sesuatu berpahala bagi brang mukmin kecuali bangunan.

Orang berakal adalah orang yang memikirkan seberapa lama ia akan tinggal di dunia ini dan ke rumah mana ia akan berpindah? Dengan begitu, ia akan merasa puas mengenakan pakaian sekadar menutupi tubuhnya, dan tinggal di rumah sekadar bisa berteduh. Disebutkan dalam hadis bahwa Nabi Nuh a.s. tinggal di gudang gandum selama 950 tahun, bahwa Rasulullah saw. tidak pernah meletakkan batu bata di atas batu bata, dan bahwa di baju Umar terdapat dua belas tambalan. Mereka itu tahu bahwa dunia adalah padang tandus yang tidak akan didiami selamanya.

Orang yang tidak menyadari masalah ini pasti akan terjangkit penyakit rakus.

Jadi, dengan mengetahui dan memikirkan masalah ini, dan merenungkan biografi para ulama, Yang berpikiran sehat, penyakit rakus ini dapat disembuhkan.“

🌾🌾🌾🌾🌾
-------------------------------------
2) Al-A'lam karangan al-Zarkali, 2/157: “Al Harits ibn Kaldah al-Tsaqafi adalah seorang dokter Arab pada masanya, juga salah seorang ahli hikmah kesohor di Thaif. Ia dua kali berknjung ke Persia untuk memperdalam ilmu kedokteran. Lahir sebelum Islam., hidupnya menuruti masa Rasulullah saw, Abii Bakr, “Umar, “Utsman, “Ali, dan ‘Mu‘awiyah. Mengenai kapan. ia memeluk Islam, ulama berselisih pendapat. Yang pasti, Rasulullah saw. menyuruh orang yang terserang penyakit berobat.

------------------------
kepadanya. Di samping sejumlah kata-kata bijak, ia juga menulis kitab Muhawarah fi al-Thibb (Dialog Kedokteran) antara dia dan Kisra Anusyarwan.

3)Taj al-“Arus, 8/202: “Kekenyangan, maksudnya adalah kebanyakan makan hingga menyusahkan. Dalam hadis versi al Hasan disebutkan, “Sampai kau beserdawa karena kekenyang' itu?”. Menurut hadis versi Samurah ibn Jandabz “Seseorang mengabarkan padanya, “Anakmu tak bisa tidur semalam karena kekenyangan.” Ia menjawab, “Kalau ia sampai mati, aku ti dak akan menyalatinya."

📚 Al Thibb Al Ruhani
✍ Ibnul Jauzi
📮 Abu Azka