الإِمَامُ البُخَارِيّ
هُوَ أَبُو عَبْدِ اللهِ محَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيْلَ بْنِ إِبْرَاهِيْمَ بْنِ المُغِيْرَةِ بْنِ بَرْدِزْبَهَ الْبُخَارِيّ، وُلِدَ الإِمَامُ البُخَارِيُّ سَنَةَ 194 هـ، وَتُوفِّيَ رَحِمَهُ اللهُ لَيْلَةَ الْفِطْرِ
Imam bukhori dilhirkan th 194 H ,wafat pada malam idul fitri th256 H
سَنَةَ 256 هـ بِكَرْمِينِيَّة مِمَّا يَدُلُّ عَلَى أَنَّهُ قَدْ نَشَأَ في بَيْتِ عِلْمٍ قَوْلُهُ:
Ditanah Karminiyah(antara bukhoro dan syamarqondi). Petunjuk bahwa beliau tumbuh di baitul ilmi yaitu ucapan beliau
«سَمِعَ أَبي مِنْ مَالِكِ بْنِ أَنَسٍ رَحِمَهُ الله»
Ayahku mendengar (ilmu) dari Malik bin Anas(imam maliki/perowi muwatho”)
أَشْهَرُ شُيُوخِهِ:
Gurunya yg terkenal :
عَلِيُّ بْنُ المَدِينيّ، وَمُسَدَّدُ بْنُ مُسَرْهَد، وَمحَمَّدُ بْنُ بَشَّار، وَمحَمَّدُ بْنُ المُثَنىَّ، وَقُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيد، وَعُبَيْدُ اللهِ بْنُ مُوْسَى، وَمُوْسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ التَّبُوذَكِيُّ المِنْقَرِيّ، وَإِسْمَاعِيلُ بْنُ عَبْدِ الله، وَعَبْدُ اللهِ بْنُ يُوْسُف، وَمحَمَّدُ بْنُ يُوْسُفَ الْفِرَبْرِيّ، وَيَحْيىَ بْنُ بُكَيْر، وَالحُمَيْدِيّ
قَالَ جَعْفَرُ بْنُ محَمَّدٍ الْقَطَّانُ إِمَامُ كَرْمِينِيَّة [مَدِينَةٌ بَينَ بُخَارَى وَسَمَرْقَنْد]:
«سَمِعْتُ محَمَّدَ بْنَ إِسْمَاعِيلَ رَحْمَةُ اللهِ عَلَيْهِ يَقُول: كَتَبْتُ عَن أَلْفِ شَيْخٍ
Ja’far berkata:Aku mendengar bukhori berkata:aku menulis dari 1.000 guru
وَأَكْثَر: عَنْ كُلِّ وَاحِدٍ مِنهُمْ عَشْرَةَ آلاَفٍ وَأَكْثَر، مَا عِنْدِي حَدِيثٌ إِلاَّ
Lebih,dari masing-masing guru (aku menerima )10.000(hadits) lebih,tak ada satu haditspun yg kuterima kecuali ku ingat isnadnya
أَذْكُرُ إِسْنَادَه»
وَبِالتَّالي يَكُونُ مَا كَتَبَهُ الإِمَامُ الْبُخَارِيُّ 11.111 حَدِيثَاً وَأَثَرَاً × 1111 شَيْخَاً =12344321dan selanjutnya yg ditulis imam bukhory 11.111 hadits dan atsar X1.111guru=12.344.321
[الأَثَر: هُوَ الْقَوْلُ المَأْثُورُ لِعُلَمَاءِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِين، قَدْ يَكُونُ حِكْمَةً أَوْ تَفْسِيرَاً[
Atsar :adalah ucapan sunah hadits dari para Ulama’ shohabat(bkn dr nabi)dan dari para tabi’in,yg (akhirnya)menjadi hikmah dan penjelasan
أَشْهَرُ تَلاَمِذَتِه:
الإِمَامُ مُسْلِم، وَالإِمَامُ التِّرْمِذِيّ، وَالإِمَامُ أَبُو بَكْرٍ محَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ بْنِ خُزَيْمَة
Muridnya yg terkenal adalah imam muslim,imam turmudzi imam Abu bakr /ibn Khuzaimah
Minggu, 02 Juli 2017
Bigrafi Imam Bukhori
Makna Surat 69. AL-HAAQQAH [ 52 ]
69. AL-HAAQQAH [ 52 ]
1
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
ِ الْحَاقَّةُ
1. (Nama)Hari kiamat,
2
مَا الْحَاقَّةُ
2. apakah hari kiamat itu?
3
وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْحَاقَّةُ
3. Dan tahukah kamu muhammad apakah hari kiamat itu?
4
كَذَّبَتْ ثَمُودُ وَعَادٌ بِالْقَارِعَةِ
4. Kaum Tsamud dan ´Aad telah mendustakan hari kiamat.
5
فَأَمَّا ثَمُودُ فَأُهْلِكُوا بِالطَّاغِيَةِ
5. Adapun kaum Tsamud, maka mereka telah dibinasakan dengan kejadian yang luar biasa.(disambar petir)
6
وَأَمَّا عَادٌ فَأُهْلِكُوا بِرِيحٍ صَرْصَرٍ عَاتِيَةٍ
6. Adapun kaum ´Aad maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang,
7
سَخَّرَهَا عَلَيْهِمْ سَبْعَ لَيَالٍ وَثَمَانِيَةَ أَيَّامٍ حُسُومًا فَتَرَى الْقَوْمَ فِيهَا صَرْعَىٰ كَأَنَّهُمْ أَعْجَازُ نَخْلٍ خَاوِيَةٍ
7. yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus; maka kamu lihat kaum ´Aad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk).
8
فَهَلْ تَرَىٰ لَهُمْ مِنْ بَاقِيَةٍ
8. Maka kamu tidak melihat seorangpun yang tinggal di antara mereka.(mati semua)
9
وَجَاءَ فِرْعَوْنُ وَمَنْ قَبْلَهُ وَالْمُؤْتَفِكَاتُ بِالْخَاطِئَةِ
9. Dan telah datang Fir´aun dan orang-orang yang sebelumnya dan (penduduk) negeri-negeri yang dijungkir balikkan karena kesalahan yang besar.
10
فَعَصَوْا رَسُولَ رَبِّهِمْ فَأَخَذَهُمْ أَخْذَةً رَابِيَةً
10. Maka (masing-masing) mereka mendurhakai rasul Tuhan mereka, lalu Allah menyiksa mereka dengan siksaan yang sangat keras.
11
إِنَّا لَمَّا طَغَى الْمَاءُ حَمَلْنَاكُمْ فِي الْجَارِيَةِ
11. Sesungguhnya Kami, tatkala air telah naik (sampai ke gunung) Kami bawa (nenek moyang) kamu, ke dalam bahtera,
12
لِنَجْعَلَهَا لَكُمْ تَذْكِرَةً وَتَعِيَهَا أُذُنٌ وَاعِيَةٌ
12. agar Kami jadikan peristiwa itu peringatan bagi kamu dan agar diperhatikan oleh telinga yang mau mendengar.(memahami)
13
فَإِذَا نُفِخَ فِي الصُّورِ نَفْخَةٌ وَاحِدَةٌ
13. Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup
14
وَحُمِلَتِ الْأَرْضُ وَالْجِبَالُ فَدُكَّتَا دَكَّةً وَاحِدَةً
14. dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur.
15
فَيَوْمَئِذٍ وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُ
15. Maka pada hari itu terjadilah hari kiamat,
16
وَانْشَقَّتِ السَّمَاءُ فَهِيَ يَوْمَئِذٍ وَاهِيَةٌ
16. dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah.(hancur)
17
وَالْمَلَكُ عَلَىٰ أَرْجَائِهَا ۚ وَيَحْمِلُ عَرْشَ رَبِّكَ فَوْقَهُمْ يَوْمَئِذٍ ثَمَانِيَةٌ
17. Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung ´Arsy Tuhanmu di atas (kepala) mereka. (Delapan Malaikat yang seperti kambing)
18
يَوْمَئِذٍ تُعْرَضُونَ لَا تَخْفَىٰ مِنْكُمْ خَافِيَةٌ
18. Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tiada sesuatupun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah).
19
فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ فَيَقُولُ هَاؤُمُ اقْرَءُوا كِتَابِيَهْ
19. Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia berkata: "Ambillah, bacalah kitabku (ini)".
20
إِنِّي ظَنَنْتُ أَنِّي مُلَاقٍ حِسَابِيَهْ
20. Sesungguhnya aku yakin, bahwa sesungguhnya aku akan menemui hisab terhadap diriku.
21
فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَاضِيَةٍ
21. Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridhai,
22
فِي جَنَّةٍ عَالِيَةٍ
22. dalam surga yang tinggi,
23
قُطُوفُهَا دَانِيَةٌ
23. buah-buahannya surga sangat dekat,
24
كُلُوا وَاشْرَبُوا هَنِيئًا بِمَا أَسْلَفْتُمْ فِي الْأَيَّامِ الْخَالِيَةِ
24. (kepada mereka dikatakan): "Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu".(saat didunia)
25
وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِشِمَالِهِ فَيَقُولُ يَا لَيْتَنِي لَمْ أُوتَ كِتَابِيَهْ
25. Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata: "Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini).
26
وَلَمْ أَدْرِ مَا حِسَابِيَهْ
26. Dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku.
27
يَا لَيْتَهَا كَانَتِ الْقَاضِيَةَ
27. Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu.(mereka berharap pada kematian)
28
مَا أَغْنَىٰ عَنِّي مَالِيَهْ ۜ
28. Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku.
29
هَلَكَ عَنِّي سُلْطَانِيَهْ
29. Telah hilang kekuasaanku daripadaku".
30
خُذُوهُ فَغُلُّوهُ
30. (Allah berfirman kepada malaikat ): "Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya.
31
ثُمَّ الْجَحِيمَ صَلُّوهُ
31. Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala.
32
ثُمَّ فِي سِلْسِلَةٍ ذَرْعُهَا سَبْعُونَ ذِرَاعًا فَاسْلُكُوهُ
32. Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta./70 diro' /70 depa
33
إِنَّهُ كَانَ لَا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ الْعَظِيمِ
33. Sesungguhnya dia dahulu tidak beriman kepada Allah Yang Maha Besar.
34
وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ الْمِسْكِينِ
34. Dan juga dia tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin.
35
فَلَيْسَ لَهُ الْيَوْمَ هَاهُنَا حَمِيمٌ
35. Maka tiada seorang sanak familipun baginya pada hari ini di sini.
36
وَلَا طَعَامٌ إِلَّا مِنْ غِسْلِينٍ
36. Dan tiada (pula) makanan sedikitpun (baginya) kecuali dari darah dan nanah.
37
لَا يَأْكُلُهُ إِلَّا الْخَاطِئُونَ
37. Tidak ada yang memakannya kecuali orang-orang yang berdosa.
38
فَلَا أُقْسِمُ بِمَا تُبْصِرُونَ
38. Maka Aku bersumpah dengan apa yang kamu lihat.
39
وَمَا لَا تُبْصِرُونَ
39. Dan dengan apa (mahluk) yang tidak kamu lihat.
40
إِنَّهُ لَقَوْلُ رَسُولٍ كَرِيمٍ
40. Sesungguhnya Al Quran itu adalah benar-benar wahyu (Allah yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia,(Malaikat jibril)
41
وَمَا هُوَ بِقَوْلِ شَاعِرٍ ۚ قَلِيلًا مَا تُؤْمِنُونَ
41. dan Al Quran itu bukanlah perkataan seorang penyair. Sedikit sekali kamu beriman kepadanya.
42
وَلَا بِقَوْلِ كَاهِنٍ ۚ قَلِيلًا مَا تَذَكَّرُونَ
42. Dan bukan pula perkataan tukang tenung. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran daripadanya.
43
تَنْزِيلٌ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ
43. Ia adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan semesta alam.
44
وَلَوْ تَقَوَّلَ عَلَيْنَا بَعْضَ الْأَقَاوِيلِ
44. Seandainya dia (Muhammad) mengadakan sebagian perkataan atas (nama) Kami, termasuk mengatakan firman Allah padahal bukan firman dari Allah
45
لَأَخَذْنَا مِنْهُ بِالْيَمِينِ
45. niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya.(disiksa yang sangat)
46
ثُمَّ لَقَطَعْنَا مِنْهُ الْوَتِينَ
46. Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya.(dimatikan)
47
فَمَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ عَنْهُ حَاجِزِينَ
47. Maka sekali-kali tidak ada seorangpun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami), dari pemotongan urat nadi itu
48
وَإِنَّهُ لَتَذْكِرَةٌ لِلْمُتَّقِينَ
48. Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar suatu pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.
49
وَإِنَّا لَنَعْلَمُ أَنَّ مِنْكُمْ مُكَذِّبِينَ
49. Dan sesungguhnya Kami benar-benar mengetahui bahwa di antara kamu ada orang yang mendustakan(nya).
50
وَإِنَّهُ لَحَسْرَةٌ عَلَى الْكَافِرِينَ
50. Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar menjadi penyesalan bagi orang-orang kafir (di akhirat).
51
وَإِنَّهُ لَحَقُّ الْيَقِينِ
51. Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar kebenaran yang diyakini.
52
فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيمِ
52. Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Maha Besar.
Sabtu, 01 Juli 2017
Makna SURAT AL-MA´AARIJ [ 44 ]
AL-MA´AARIJ [ 44 ]
1
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
ِ سَأَلَ سَائِلٌ بِعَذَابٍ وَاقِعٍ
1. Seseorang telah meminta kedatangan azab yang akan menimpa, (Fa'amthir A'laina hijarotun? /bertanya mata Hazdal Wa'du?)
2
لِلْكَافِرِينَ لَيْسَ لَهُ دَافِعٌ
2. orang-orang kafir, yang tidak seorangpun dapat menolaknya, (dari siksa Allah)
3
مِنَ اللَّهِ ذِي الْمَعَارِجِ
3. (yang datang) dari Allah, Yang mempunyai tempat-tempat naik.
(karena para malaikat naik kelangit)
4
تَعْرُجُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ
4. Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun.
5
فَاصْبِرْ صَبْرًا جَمِيلًا
5. Maka bersabarlah kamu dengan sabar yang baik.
6
إِنَّهُمْ يَرَوْنَهُ بَعِيدًا
6. Sesungguhnya mereka memandang siksaaan itu jauh (mustahil).
7
وَنَرَاهُ قَرِيبًا
7. Sedangkan Kami memandangnya dekat (pasti akan terjadi).
8
يَوْمَ تَكُونُ السَّمَاءُ كَالْمُهْلِ
8. Pada hari ketika langit menjadi seperti luluhan perak /aspal,
9
وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ
9. dan gunung-gunung menjadi seperti bulu (yang berterbangan),
10
وَلَا يَسْأَلُ حَمِيمٌ حَمِيمًا
10. dan tidak ada seorang sanak famili menanyakan pada sanak familinya,
11
يُبَصَّرُونَهُمْ ۚ يَوَدُّ الْمُجْرِمُ لَوْ يَفْتَدِي مِنْ عَذَابِ يَوْمِئِذٍ بِبَنِيهِ
11. sedang mereka saling memandang. Orang kafir ingin kalau sekiranya dia dapat menebus (dirinya) dari azab hari itu dengan anak-anaknya,
12
وَصَاحِبَتِهِ وَأَخِيهِ
12. dan isterinya dan saudaranya,
13
وَفَصِيلَتِهِ الَّتِي تُؤْوِيهِ
13. dan kaum familinya yang melindunginya (di dunia).
14
وَمَنْ فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ يُنْجِيهِ
14. Dan orang-orang di atas bumi seluruhnya kemudian (mengharapkan) dengan tebusan itu dapat menyelamatkannya.
15
كَلَّا ۖ إِنَّهَا لَظَىٰ
15. Sekali-kali tidak dapat, sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergolak,
16
نَزَّاعَةً لِلشَّوَىٰ
16. Neraka itu yang mengelupas kulit kepala,
17
تَدْعُو مَنْ أَدْبَرَ وَتَوَلَّىٰ
17. Neraka itu yang memanggil orang yang membelakang (tidak Thoat dan yang berpaling (dari agama /tidak mau beriman),
18
وَجَمَعَ فَأَوْعَىٰ
18. serta mengumpulkan (harta benda) lalu menyimpannya.
tidak mau infaq dan Shodaqoh
19
إِنَّ الْإِنْسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا
19. Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.
20
إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا
20. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah,
21
وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعًا
21. dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir,
22
إِلَّا الْمُصَلِّينَ
22. kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat,
23
الَّذِينَ هُمْ عَلَىٰ صَلَاتِهِمْ دَائِمُونَ
23. yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya,
24
وَالَّذِينَ فِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ مَعْلُومٌ
24. dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu,
25
لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ
25. (diberikan) bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta),
26
وَالَّذِينَ يُصَدِّقُونَ بِيَوْمِ الدِّينِ
26. dan orang-orang yang mempercayai hari pembalasan,
27
وَالَّذِينَ هُمْ مِنْ عَذَابِ رَبِّهِمْ مُشْفِقُونَ
27. dan orang-orang yang takut terhadap azab Tuhannya.
28
إِنَّ عَذَابَ رَبِّهِمْ غَيْرُ مَأْمُونٍ
28. Karena sesungguhnya azab Tuhan mereka tidak dapat orang merasa aman (dari kedatangannya).
29
وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ
29. Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya,(tidak berbuat zina)
30
إِلَّا عَلَىٰ أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ
30. kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak-budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.
31
فَمَنِ ابْتَغَىٰ وَرَاءَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْعَادُونَ
31. Barangsiapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas /melanggar.
32
وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ
32. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.
33
وَالَّذِينَ هُمْ بِشَهَادَاتِهِمْ قَائِمُونَ
33. Dan orang-orang yang memberikan kesaksiannya dengan adil/menetapi persaksiannya dengan apa adanya.
34
وَالَّذِينَ هُمْ عَلَىٰ صَلَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ
34. Dan orang-orang yang memelihara shalatnya.
35
أُولَٰئِكَ فِي جَنَّاتٍ مُكْرَمُونَ
35. Mereka itu (kekal) di surga lagi dimuliakan.
36
فَمَالِ الَّذِينَ كَفَرُوا قِبَلَكَ مُهْطِعِينَ
36. Mengapakah orang-orang kafir itu bersegera datang ke arahmu,
37
عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ عِزِينَ
37. dari kanan dan dari kiri dengan berkelompok-kelompok.
38
أَيَطْمَعُ كُلُّ امْرِئٍ مِنْهُمْ أَنْ يُدْخَلَ جَنَّةَ نَعِيمٍ
38. Adakah setiap orang dari orang-orang kafir itu berharap ingin masuk ke dalam surga yang penuh kenikmatan?,
39
كَلَّا ۖ إِنَّا خَلَقْنَاهُمْ مِمَّا يَعْلَمُونَ
39. sekali-kali tidak! Sesungguhnya Kami ciptakan mereka dari apa yang mereka ketahui (air mani).
40
فَلَا أُقْسِمُ بِرَبِّ الْمَشَارِقِ وَالْمَغَارِبِ إِنَّا لَقَادِرُونَ
40. Maka aku (Alllah) bersumpah dengan Tuhan Yang memiliki timur dan barat, sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa.
41
عَلَىٰ أَنْ نُبَدِّلَ خَيْرًا مِنْهُمْ وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوقِينَ
41. Untuk mengganti (mereka) dengan kaum yang lebih baik dari mereka, dan Kami sekali-kali tidak dapat dikalahkan.
42
فَذَرْهُمْ يَخُوضُوا وَيَلْعَبُوا حَتَّىٰ يُلَاقُوا يَوْمَهُمُ الَّذِي يُوعَدُونَ
42. Maka biarkanlah mereka tenggelam (dalam kebatilan) dan bermain-main sampai mereka menjumpai hari yang diancamkan kepada mereka (Hari Qiamat),
Ayat Ini Mansyuh Sebagai Nasyehnya Saif
43
يَوْمَ يَخْرُجُونَ مِنَ الْأَجْدَاثِ سِرَاعًا كَأَنَّهُمْ إِلَىٰ نُصُبٍ يُوفِضُونَ
43. (yaitu) pada hari mereka keluar dari kubur dengan cepat seakan-akan mereka pergi dengan segera kepada berhala-berhala (sewaktu di dunia),
44
خَاشِعَةً أَبْصَارُهُمْ تَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ ۚ ذَٰلِكَ الْيَوْمُ الَّذِي كَانُوا يُوعَدُونَ
44. dalam keadaan mereka menekurkan pandangannya (serta) diliputi kehinaan. Itulah hari yang dahulunya diancamkan kepada mereka.
Rabu, 28 Juni 2017
ISTIDRAJ
*_ISTIDRAJ_*
Istidraj adalah suatu jebakan berupa kelapangan rezeki padahal yang diberi dalam keadaan terus menerus bermaksiat pada Allah.
Jadi, ketika Allah membiarkan kita :
1. Sengaja meninggalkan shalat.
2. Sengaja meninggalkan puasa.
3. Tidak ada perasaan berdosa ketika bermaksiat dan membuka aurat.
4. Berat untuk bershadaqah.
5. Merasa bangga dengan apa yang dimiliki.
6. Mengabaikan semua atau mungkin sebagian perintah Allah.
7. Menganggap enteng perintah-perintah Allah.
8. Merasa umurnya panjang dan menunda-nunda taubat.
9. Tidak mau menuntut ilmu syar'i.
10. Lupa akan kematian.
Tetapi Allah tetap memberikan kita :
1. Harta yang berlimpah.
2. Kesenangan terus menerus.
3. Dikagumi dan dipuja puji banyak orang.
4. Tidak pernah diberikan sakit.
5. Tidak pernah diberikan musibah.
6. Hidupnya aman-aman saja.
Hati-hati karena semuanya itu adalah ISTIDRAJ..
Ini merupakan bentuk kesengajaan dan pembiaran yang dilakukan Allah pada hambaNya yang sengaja berpaling dari perintah-perintah Allah, Allah menunda segala bentuk azabNya.
Allah membiarkan hamba tersebut semakin lalai dan semakin diperbudak dunia, Allah membuatnya lupa pada kematian.
Jangan dulu merasa aman, nyaman, tentram dengan hidup kita saat ini, seolah hidup kita penuh berkah dari Allah, lihat diri kita.
Bila semua kesenangan yang Allah titipkan tapi justru membuat kita semakin jauh dari Allah dan melupakan segala perintah-perintahNya bersiaplah untuk menantikan konsekuensinya, karena janji Allah itu Maha Benar.
Dari Ubah bin Amir radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﺇِﺫَﺍ ﺭَﺃَﻳْﺖَ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺗَﻌَﺎﻟﻰ ﻳُﻌْﻄِﻲ ﺍﻟْﻌَﺒْﺪَ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻣَﺎ ﻳُﺤِﺐُّ ﻭَﻫُﻮَ
ﻣُﻘِﻴﻢٌ ﻋَﻠَﻰ ﻣَﻌَﺎﺻِﻴﻪِ ﻓَﺈِﻧَّﻤَﺎ ﺫَﻟِﻚَ ﻣِﻨْﻪُ ﺍﺳْﺘِﺪْﺭَﺍﺝٌ
“Apabila Anda melihat Allah memberikan kenikmatan dunia kepada seorang hamba, sementara dia masih bergelimang dengan maksiat, maka itu hakikatnya adalah istidraj dari Allah.”
Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca firman Allah,
ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﻧَﺴُﻮﺍ ﻣَﺎ ﺫُﻛِّﺮُﻭﺍ ﺑِﻪِ ﻓَﺘَﺤْﻨَﺎ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏَ ﻛُﻞِّ ﺷَﻲْﺀٍ ﺣَﺘَّﻰ ﺇِﺫَﺍ ﻓَﺮِﺣُﻮﺍ ﺑِﻤَﺎ ﺃُﻭﺗُﻮﺍ ﺃَﺧَﺬْﻧَﺎﻫُﻢْ ﺑَﻐْﺘَﺔً ﻓَﺈِﺫَﺍ ﻫُﻢْ ﻣُﺒْﻠِﺴُﻮﻥَ
“Tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (QS. Al-An’am: 44)
Semoga bermanfaat ... 🙏🙏🙏🌎🌍🌏
HINDARI 5 HAL INI KETIKA HARI RAYA
*HINDARI 5 HAL INI KETIKA HARI RAYA*
1️⃣. *Menunda-nunda Shalat*
Dengan alasan silaturahim, seseorang kadang menunda-nunda pelaksanaan shalat wajib.
Bersikap lalai dalam shalat telah dinyatakan sebagai dosa besar, berdasarkan firman Allah ta’ala dalam surat Al-Ma’un,
*فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ. الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلاتِهِمْ سَاهُونَ*
_“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat. (Yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.”_ (QS. Al-Ma’un: 4–5).
Diantara makna “lalai” dalam ayat di atas mencakup : menunda-nunda shalat hingga baru dikerjakan ketika waktu shalat hampir berakhir.
2️⃣. *Makan Berlebihan*
Sebagian orang ingin "balas dendam" ketika datang hari raya setelah sebelumnya berpuasa satu bulan.
Padahal Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
*“مَا مَلأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنِهِ حَسْبُ ابْنِ آدَمَ لُقَيْمَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ فَإِنْ لَمْ يَفْعَلْ فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ.”*
_“Tidak ada bejana yang diisi oleh manusia yang lebih buruk dari perutnya, cukuplah baginya memakan beberapa suapan sekedar dapat menegakkan tulang punggungnya (memberikan tenaga), maka jika tidak mau, maka ia dapat memenuhi perutnya dengan sepertiga makanan, sepertiga minuman dan sepertiga lagi untuk nafasnya.”_ (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Al Hakim, Hasan)
3️⃣. *Tabarruj*
Memang disunnahkan berpakaian rapi di hari raya. Namun sebagian orang berlebihan dalam berpakaian. Sehingga kadang mereka melewati batas syar'i. Mulai dari tidak menutup aurat, berpakaian ketat dan tabarruj (berdandan berlebihan), hal ini biasanya dilakukan oleh para wanita.
Allah ta'ala berfirman:
*وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ ۖ*
_"Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu."_ (QS. Al Ahzab : 33)
4️⃣. *Bersalaman dengan non mahram*
Mengunjungi kerabat biasanya diawali dengan salam-salaman, namun harus selalu diperhatikan jangan sampai bersalaman dengan non mahram.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
*لأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ رَجُلٍ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لا تَحِلُّ لَهُ*
_“Ditusuknya kepala seseorang dengan pasak dari besi, sungguh lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang bukan mahramnya.”_ (HR. Thabrani, Syaikh Albani mengatakan hadits ini Shahih)
5️⃣. *Boros*
Banyaknya THR yang mungkin kita terima di hari raya, jangan sampai membuat kita jadi bersikap boros. Menuruti semua keinginan mata bukan berdasarkan prioritas kebutuhan kita.
Allah ta'ala berfirman:
*إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ ۖ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا*
_"Sesungguhnya orang yang boros (mubadzir) itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Rabbnya."_ (QS. Al Isra':
Sunah Puasa 6 Hari Bulan Syawal
*Sunah Puasa 6 Hari Bulan Syawal*
Apabila Idul Fitri sabagai perayaan setelah puasa Ramadhan, dalam budaya masyarakat Muslim Indonesia ada Hari Raya Ketupat yang merupakan perayaan setelah melaksanakan puasa sunah 6 hari di bulan Syawal.
Orang beriman memang tidak akan henti-henti terhadap kebaikan. Setelah menyelesaikan kewajiban puasa Ramadhan, pada bulan Syawal ini siap menunggu kebaikan yang lain yaitu puasa sunah enam hari. Berpuasa 6 hari bulan Syawal pahalanya sebanding dengan puasa satu tahun penuh. Sungguh satu amalan yang sayang bila dilewatkan.
Sunah puasa enam hari bulan Syawal berdasarkan Sunnah Nabi s.a.w. sebagaimana tertulis dalam hadist Muslim No. 204 – (1164) dan hadist Ibni Majah No. 1715 Kitabushiam. Puasa bulan Syawal boleh dikerjakan berturut turut atau secara acak, yang penting genap enam hari.
204 – (1164) حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ، وَقُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، وَعَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ، جَمِيعًا عَنْ إِسْمَاعِيلَ، قَالَ ابْنُ أَيُّوبَ: حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ، أَخْبَرَنِي سَعْدُ بْنُ سَعِيدِ بْنِ قَيْسٍ، عَنْ عُمَرَ بْنِ ثَابِتِ بْنِ الْحَارِثِ الْخَزْرَجِيِّ، عَنْ أَبِي أَيُّوبَ الْأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، أَنَّهُ حَدَّثَهُ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ، كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ»
… dari Abi Ayyub Al-Anshori Radhiyallohu ‘anhu, sesungguhnya ia bercerita bahwa Rasulallohi SAW bersabda,”Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian melanjutkannya dengan enam hari pada bulan Syawal ada (ia) seperti puasa satu tahun penuh”.
[Hadist Shohih Muslim 204 – (1164) Kitabushiam (13)]
1715 – حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ قَالَ: حَدَّثَنَا بَقِيَّةُ قَالَ: حَدَّثَنَا صَدَقَةُ بْنُ خَالِدٍ قَالَ: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ الْحَارِثِ الذَّمَارِيُّ، قَالَ سَمِعْتُ أَبَا أَسْمَاءَ الرَّحَبِيَّ، عَنْ ثَوْبَانَ، مَوْلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: «مَنْ صَامَ سِتَّةَ أَيَّامٍ بَعْدَ الْفِطْرِ كَانَ تَمَامَ السَّنَةِ، مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا»
__________
[حكم الألباني] صحيح
… dari Rasulillahi SAW, sesungguhnya beliau bersabda,”Barang siapa berpuasa enam hari setelah Idul Fitri sebagaimana (berpuasa) satu tahun penuh”. (Barang siapa datang dengan sebuah kebaikan maka baginya sepuluh kali sebagaimana kebaikan tersebut)[surat Al-An’am 16o]
[Hadist Sunan Ibnu Majah No. 1715 Kitabushiam (7)]
*_Semoga Bermanfaat.._*
Senin, 26 Juni 2017
Adab Hari Raya
"ADAB HARI RAYA"
١. الاِغْتِسَالُ لِصَلاَةِ الْعِيدِ وَلَبْسِ أَحْسَن َالثِّيَابِ وَالتَّطْيِبِ لِذَلِكَ.
1. Mandi untuk sholat raya dengan mengenakan pakaian yang terbaik dan memakai wewangian untuk itu.
٢. الأَكْلُ قَبْلَ الْخَرُوجِ مِنَ الْمَنْزِلِ عَلَى تَمَرَاتٍ أَوْ غَيْرِهَا قَبْلَ الذَّهَابِ لِصَلاَةِ الْعِيدِ الْفِطْرِ.
2. Makan beberapa kurma atau selainnya sebelum keluar dari rumah, sebelum berangkat untuk sholat idul fitri.
٣. الْجَهْرُ فِي التَّكْبِيرِ فِي الذّهَابِ إِلَى صَلاَةِ الْعِيدِ.
3. Menguatkan (suara) di dalam takbir ketika pergi menuju sholat raya.
٤. الذّهَابُ مِنْ طَرِيقٍ إِلَى المُصَلَّى وَالْعَوْدَةُ مِنْ طَرِيقٍ آخَر.
4. Pergi ke tempat sholat raya melalui satu jalan dan kembali melalui jalan yang lain.
٥. صَلاَة ُالعِيدِ فِي المُصَلَّى هِيَ سُنَّةُ رَسُولِ الله صلى الله عليه وسلم فَاحْرِصْ عَلَيْهَا وَادْعُ لَهَا، وَإِن صَلَّيْتَ فِي الْمَسْجِدِ لِسَبَبٍ أَو لآخرَ جَازَ ذَلِكَ.
5. Sholat raya di ”tempat sholat” (tanah lapang) adalah sunnah Rasulullah Saw maka persungguhlah dan ajaklah untuk mengerjakan hal itu, sesungguhnya sholat di Masjid hanya diperbolehkan jika ada sebab tertentu.
٦. التَّهْنِئَةُ بِالعِيدِ ثَابِتَةُ عَنِ الصَّحَابَةِ رضي الله عنهم، وَلَمْ تَثْبُت عَنْ رسول الله صلى الله عليه وسلم فِي حَدِيثٍ صَحِيحٍ، وَأَمَّا عَنِ الصَّحَابَةِ فَعَنْ جُبَيْر بنِ نُفَيرٍ قَالَ : كَانَ أَصْحَابُ رسول الله صلى الله عليه وسلم إِذَا الْتَقَى يَوْمَ الْعِيدِ يَقُولُ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ : تَقَبَّلَ الله ُمِنَّا وَمِنْكَ. قال الحافظ ابن حجر العسقلاني رحمه الله: إسناده حسن.
6. Mengucapkan tahniah hari raya berdasarkan atsar yang kuat dari para sahabat radhiallahu anhum, walaupun tidak ada Hadits yang shahih (diriwayatkan) dari Rasulullah Saw adapun dari sahabat maka diriwayatkan dari Jabir bin Nufair dia berkata para sahabat Rasulullah Saw ketika saling bertemu pada hari raya maka sebagian mereka berkata kepada yang lain “Taqobbalallahu minna waminka”. al-Hadfidz Ibnu Hajar al-Asqalani rahimullah berkata; Isnad Hadits ini Hasan.
Semoga manfaat dan barokah.