Jumat, 23 Juni 2017

Bulan Romadhon

SEBELUM BERPISAH DENGAN RAMADHAN

Imam Ibnul Jauzi berkata :

إن الخيل إذا شارفت نهاية المضمار بذلت قصارى جهدها لتفوز بالسباق

Sesungguhnya, seekor kuda pacu saat mendekati garis finish, ia akan mengerahkan tenaganya semaksimal mungkin agar bisa memenangkan perlombaan.

، فلا تكن الخيل أفطن منك!

Karena itu, jangan sampai seekor kuda pacu bisa lebih cerdas darimu!!

فإن الأعمال بالخواتيم،

Karena sesungguhnya setiap amalan itu tergantung akhirnya

فإنك إذا لم تحسن الاستقبال لعلك تحسن الوداع

Dan sungguh apabila dirimu belum bisa melakukan yang terbaik saat penyambutan, maka masih ada peluang bagimu untuk melakukan yang terbaik saat perpisahan
Jadi saudaraku, apabila kau merasa di awal Ramadhan masih banyak kekurangan, maka jangan kau sia-siakan hari-hari yang tersisa ini…

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata :

العبرة بكمال النهايات لا بنقص البدايات

Yang menjadi patokan adalah kesempurnaan di akhir, bukan kekurangan di awal…

Duhai, alangkah benarnya sabda Nabi kita yang mulia :

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ .

Sesungguhnya, setiap amalan itu tergantung penghujung atau akhirnya… (HR Bukhari & Muslim).

Bersyukur dan Sabar

Assalamualaikum wr wb
Saat kita sedang dirundung kesulitan dan kesedihan yg sangat,maka kita sebaiknya ingat dua hal

“Apakah kita datang ke dunia bersama dengan masalah-masalah dan kesulitan kita?pasti tidak
Lalu apakah kita akan meninggalkan dunia dengan membawa masalah-masalah ini?” Tentu Tidak juga”

“Terus kenapa kita harus bersedih atas apa yang tidak kita bawa saat datang dan tidak mengikuti saat kita pergi?”
Seharusnya hal ini tidak membuat kita bersedih ,

Bersabarlah atas urusan dunia..Jadikanlah pandangan ke langit (berdoa) lebih panjang dari pandangan  ke bumi dan kita  pun akan mendapat apa yang kita inginkan….

Tersenyum dan semangatlah, karena rizki telah dibagi dan urusan hidup telah diatur….

Urusan dunia tidak layak untuk membuat kita bersedih ,karena semuanya ada di tangan Yang Maha Hidup dan Maha Mengatur….”

“Seorang mukmin hidup dalam dua hal, yaitu kesulitan dan kemudahan.

Keduanya adalah nikmat jika kita sadari.

*Dibalik kemudahan ada rasa syukur.*

Sementara Allah berfirman,
‎وَسَيَجْزِي اللّهُ الشَّاكِرِينَ -١٤٤-
“Allah akan Memberi balasan kepada orang yang bersyukur.”
(QS.Ali Imran: 144)

*Dan dibalik kesulitan ada kesabaran* . Allah berfirman,

‎إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ -١٠-
“Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpan batas.”
(QS.Az-Zumar: 10)

*Diujung Ramadhan 1438H*😭🙏

Selasa, 20 Juni 2017

PENJELASAN TENTANG SURAT YASIN


* Surat yasin adalah hatinya Al quran
* Surat Yasin turun di Makkah kecuali ayat 45 di madinah, turunya sesudah surat Jin. Ada 83 Ayat, 729 Kata dan 3000 Huruf.
*Barang siapa yg membaca di malam hari paginya di ampuni
*Membaca surat Yasin sama saja membaca khatam 10x Al quran
* 10 Keutamaan Surat Yasin
1. lapar jadi kenyang
2. Tidak punya pakayan jadi punya pakayan
3. Yang bujang bisa nikah
4. Yang takut jadi aman
5. Yang susah jadi senang
6. Yang bepergian tidak tersesat
7. barang hilang akan di temukan
8. Bila di bacakan kepada mayit maka akan di ringankan bebanya
9. Haus jadi segar
10. sakit jadi sembuh
*فالحديث المذكور رواه ابن مردويه والديلمي والحارث بن أبي أسامة في مسنده* عن علي بن أبي طالب رضي الله أن النبي صلى الله عليه وسلم قال له: ...... *واقرأ سورة يس فإن في يس عشر بركات: من قرأها جائع إلا شبع، ولا ظمآن إلا روي، ولا عار إلا كسي، ولا عزب إلا تزوج، ولا خائف إلا أمن، ولا مسجون إلا خرج، ولا مسافر إلا أعين على سفره، ولا من ضلت له ضالة إلا ووجدها، ولا مريضا إلا برء، ولا قرئت عند ميت إلا خفف عنه*. 

وهو *موضوع*، فقد ذكره محمد طاهر الفتني في تذكرة *الموضوعات*، والشيخ علي بن محمد بن عراق الكناني في تنزيه الشرعية عن الأحاديث *الموضوعة*، والجلال السيوطي في اللآلي المصنوعة في *الأحاديث الموضوعة*، والشوكاني في الفوائد المجموعة في *الأحاديث  الموضوعة*

🤗🤷🏼‍♂
Kalau yang 10 keutamaan itu diriwatkan oleh Ad Dailaimi, banyak ulama' ahli hadits yg menganggap maudhu' hadits ini dan Imam-imam penukis Kutubusitah tdk memuat hadits ini, sy lebih memilih berhati hati aja

Adapun yg seperti membaca 10 kali Al Qur'an dimuat dalam Kutubusitah

َعَنْ أَنَسٍ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ لِكُلِّ شَيْءٍ قَلْبًا وَقَلْبُ الْقُرْآنِ يس وَمَنْ قَرَأَ يس كَتَبَ اللَّهُ لَهُ بِقِرَاءَتِهَا قِرَاءَةَ الْقُرْآنِ عَشْرَ مَرَّاتٍ
(HR. Tirmidzi: 2812/2887)

_Dari Anas ia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya setiap sesuatu memiliki hati, dan hatinya Al Qur`an adalah surat Yasin, barangsiapa membaca surat Yasin, maka Allah akan mencatat baginya seperti membaca seluruh Al Qur`an sepuluh kali atas balasan bacaannya."_

Menurut Syekh Albany hadits ini maudhu'

Adapun komentarnya Imam Tirmidzi

قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ لَا نَعْرِفُهُ إِلَّا مِنْ حَدِيثِ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ وَبِالْبَصْرَةِ لَا يَعْرِفُونَ مِنْ حَدِيثِ قَتَادَةَ إِلَّا مِنْ هَذَا الْوَجْهِ وَهَارُونُ أَبُو مُحَمَّدٍ شَيْخٌ مَجْهُولٌ حَدَّثَنَا أَبُو مُوسَى مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ سَعِيدٍ الدَّارِمِيُّ حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بِهَذَا وَفِي الْبَاب عَنْ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ وَلَا يَصِحُّ مِنْ قِبَلِ إِسْنَادِهِ وَإِسْنَادُهُ ضَعِيفٌ

Abu Isa berkata; *Hadits ini gharib,* kami tidak mengetahuinya kecuali dari hadits Humaid bin Abdurrahman. Sedangkan di Bashrah, orang-orang tidak mengetahuinya dari hadits Qatadah kecuali dari jalur ini. *Harun Abu Muhammad adalah seorang syaikh yang majhul (tidak diketahui).* Telah menceritakan kepada kami Abu Musa bin Muhammad Al Mutsanna telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Sa'id Ad Darimi telah menceritakan kepada kami Qutaibah dari Humaid bin Abdurrahman dengan hadits ini. Dan dalam bab ini, ada hadits dari Abu Bakar Ash Shiddiq, namun tidak sah dari sisi sanadnya, karena sanadnya lemah.

Adapun yg membaca malam hari, paginya diampuni, dimuat dalam hadits ini

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَرَأَ يس فِي لَيْلَةٍ ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ غُفِرَ لَهُ فِي تِلْكَ اللَّيْلَةِ
(HR. Darimi: 3283/3460)

_Dari Abu Hurairah ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang membaca surat Yasin pada malam hari karena mengharap wajah Allah niscaya ia akan diampuni pada malam hari tersebut."_

*Isnad nya Dhaif Munqathi'*

☺🔝

Senin, 29 Mei 2017

Ketika Ada Yang Memaki dan Mencela Kita di Dunia Nyata atau Dunia Maya


✏ *Ketika Ada Yang Memaki dan Mencela Kita di Dunia Nyata atau Dunia Maya*

Bisa jadi agak sakit hati, hati “panas” atau emosi menggelora,  jika ada orang yang mencela dan mencaci-maki kita. Mengunakan kata-kata yang kurang enak bahkan tidak pantas keluar dari lisan seseorang yang mengaku muslim. Seorang muslim hanya berkata baik atau diam. Ini bisa terjadi di dunia nyata maupun dunia maya. Terlebih di dunia maya, terkadang ada orang yang bahkan tidak kita kenal, berkomentar dengan kata-kata kasar dan mencela.

_*Bagaimana sikap kita ?*_

Berikut beberapa penjelasan ulama mengenai hal ini:

*1.Jangan terpengaruh dengan caciannya, tidak perlu dihiraukan dan tetap tenang*

Ulama menjelaskan bahwa  hanya orang yang bodoh saja yang mengeluarkan kata-kata kasar. Karena terkadang kata-kata kasar itu sebenarnya untuk menutupi kebodohannya dan untuk menutupi bahwa ia kalah dalam berdiskusi. Maaf saja, orang bodoh hampir mirip dengan orang gila, jadi kalau ada orang gila atau orang bodoh mencaci maki, maka tidak perlu dimasukkan ke dalam hati. _Apakah orang gila dipedulikan?_

Ya benar juga, _*“Anjing mengonggong kafilah berlalu”*_

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

ﻭﺃﻣﺎ اﻟﺠﺎﻫﻞ اﻟﻤﻘﻠﺪ ﻓﻼ ﺗﻌﺒﺄ ﺑﻪ ﻭﻻ ﻳﺴﻮءﻙ ﺳﺒﻪ ﻭﺗﻜﻔﻴﺮﻩ ﻭﺗﻀﻠﻴﻠﻪ ﻓﺈﻧﻪ ﻛﻨﺒﺎﺡ اﻟﻜﻠﺐ.

_*“Adapun jika ada orang yang bodoh lagi pembebek, maka janganlah anda dilelahkan karenanya dan terpengaruh oleh caciannya, tuduhan kafir dan vonis sesat darinya. Karena sesungguhnya dia seperti gonggongan anjing.”*_[1]

Jika perlu, hapus komentarnya di sosmed anda. Hanya merusak pemandangan saja, terlebih-lebih dia juga tidak kita kenal. Apa urusan dia dengan kita?

*2.Tidak perlu dilayani caci-maki dan debatnya, segera tinggalkan saja*

Kata-kata yang kasar dan caci-maki sudah menunjukkan bahwa niatnya tidak baik, bukan mencari kebenaran dengan berdiskusi. Hanya mencari “masalah” saja. Kita juga diperintahkan agar menjauhi dan berpaling dari orang yang bodoh.

Alloh Ta’ala berfirman,

خُذِ العَفْوَ وَأْمُرْ بِالعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الجَاهِلِيْنَ

*“Jadilah engkau pemaaf dan perintahkanlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang jahil/bodoh”* (Al-A’raf: 199)

Jika kita melayani tidak ada keuntungan sama sekali yang kita dapat, hanya sakit hati saja.

Imam Syafi’i rahimahullah berkata,

فإن كلمته فرجت عنه .. وإن خليته كمدا يموت

_*“Apabila kamu melayaninya, maka kamu akan susah sendiri. Dan bila kamu berteman dengannya, maka ia akan selalu menyakiti hati”*_[2]

*3.Sebaiknya diam dan tidak membalas caci-makinya*

Sebenarnya boleh saja membalas dalam bentuk “qishas” akan tetapi terkadang membalas bisa melampui dari balasannya. Jika kita membalas juga, maka apa bedanya kita dan dia yaitu sama-sama mencela dan sama-sama mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas. Dia lebih baik dalam hal ini

Imam Syafi’i rahimahullah berkata,

إذا نطق السفيه فلا تجبه .. فخير من إجابته السكوت

_*“Apabila orang bodoh mengajak berdebat denganmu, maka sikap yang terbaik adalah diam dan tidak menanggapi”*_

*4.Jika menjawab dan meladeni maka ia akan semakin senang, sebaliknya jika tidak kita pedulikan maka ia akan sakit hati sendiri*

Karena jika kita menanggapi, caci-makinya menjadi berharga dan bernilai. Maka jangan ditanggapi, hapus saja komentar yang kasar tersebut.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

ﻓﻼ ﺗﺠﻌﻞ ﻟﻠﻜﻠﺐ ﻋﻨﺪﻙ ﻗﺪﺭا ﺃﻥ ﺗﺮﺩ ﻋﻠﻴﻪ ﻛﻠﻤﺎ ﻧﺒﺢ ﻋﻠﻴﻚ ﻭﺩﻋﻪ ﻳﻔﺮﺡ ﺑﻨباحه ﻭﺃﻓﺮﺡ ﺃﻧﺖ ﺑﻤﺎ ﻓﻀﻠﺖ ﺑﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻣﻦ اﻟﻌﻠﻢ ﻭاﻹﻳﻤﺎﻥ ﻭاﻟﻬﺪﻯ ﻭاﺟﻌﻞ اﻹﻋﺮاﺽ ﻋﻨﻪ ﻣﻦ ﺑﻌﺾ ﺷﻜﺮ ﻧﻌﻤﺔ اﻟﻠﻪ اﻟﺘﻲ ﺳﺎﻗﻬﺎ ﺇﻟﻴﻚ ﻭﺃﻧﻌﻢ ﺑﻬﺎ ﻋﻠﻴﻚ

_*“Maka jangan sampai Anda menjadikan anjing itu bernilai untuk dijawab. Tiap kali dia menggonggong kepada anda, maka acuhkan dia niscaya Anda akan merasa gembira dengan gonggongannya. Bergembiralah atas keutamaan yang Anda miliki berupa ilmu, iman dan petunjuk. Dan jadikanlah berpaling darinya sebagai bagian dari rasa syukur atas nikmat Alloh yang Alloh karuniakan dan anugerahkan kepada Anda.”*_[3]

*5.Tetap Tenang karena pahala anda mengalir terus kepada anda karena caci-makinya*

Yang lebih penting lagi adalah urusan di hari kiamat. Ia mencaci-maki kita atau bahkan menyebarkan fitnah, maka di hari kiamat nanti ia akan mencar-cari kita untuk meminta maaf dan membayar dengan pahalanya. Jika pahalanya sudah habis, maka dosa kita diberi kepadanya.

Sebagaimana dalam hadits berikut...

Dari Abu Hurairah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

أَتَدْرُونَ مَا الْمُفْلِسُ قَالُوْاالْمُفْلِسُ فِيْنَا يَا رَسُو لَ اللَّهِ مَنْ لاَ دِرْهَمَ لَهُ وَلاَ مَتَاعَ قَالَ رَسُو لَ اللَّهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُفْلِسُ مِنْ أُمَّيِي مَنْ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلاَتِهِ وًِصِيَامِهِ وِزَكَاتِهِ وَيَأتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَاَكَلاَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَيَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُحِذَ مِنْ خَطَايَاهُم فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرحَ فِي النَّارِ

_“Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut ? Para sahabat pun menjawab, ‘Orang yang bangkrut adalah orang yang tidak memiliki uang dirham maupun harta benda. ‘Beliau menimpali, *‘Sesungguhnya orang yang bangkrut di kalangan umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa dan zakat, akan tetapi, ia juga datang membawa dosa berupa perbuatan mencela, menuduh, memakan harta, menumpahkan darah dan memukul orang lain. Kelak kebaikan-kebaikannya akan diberikan kepada orang yang terzalimi. Apabila amalan kebaikannya sudah habis diberikan sementara belum selesai pembalasan tindak kezalimannya, maka diambillah dosa-dosa yang terzalimi itu, lalu diberikan kepadanya. Kemudian dia pun dicampakkan ke dalam neraka”*_.[4]

*6.Penonton akan tahu siapa yang menang, siapa yang tenang dan siapa yang cerdas*

Tidak perlu khawatir terlihat kalah atau terlihat tidak bisa melawan karena penonton yang cerdas tahu siapa yang menang sesungguhnya

Imam Syafi’i rahimahullah berkata,

أما ترى الأسْد تُخشى وهي صامته؟.. والكلب يـُخسَا لعمري وهو نباح

*_“Apakah kamu tidak melihat bahwa seekor singa, ia ditakuti lantaran ia pendiam, Sedangkan seekor anjing menjadi main-mainya karena ia suka menggonggong”*_

Semoga bermanfaat, Barokalloh Warokhimakumulloh Wayuslihubalakum !!

Minggu, 28 Mei 2017

Makna Surat Al-Qolam (68)

68. AL-QALAM

[ 52 ]

1

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

ِ ن ۚ وَالْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُونَ

1. Nun, demi kalam dan apa yang mereka tulis,

2

مَا أَنْتَ بِنِعْمَةِ رَبِّكَ بِمَجْنُونٍ

2. berkat nikmat Tuhanmu kamu (Muhammad) engkau bukan orang gila.

3

وَإِنَّ لَكَ لَأَجْرًا غَيْرَ مَمْنُونٍ

3. Dan sesungguhnya bagi kamu benar-benar pahala yang besar yang tidak putus-putusnya.

4

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ

4. Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.

5

فَسَتُبْصِرُ وَيُبْصِرُونَ

5. Maka kelak kamu akan melihat dan mereka (orang-orang kafir)pun akan melihat,

6

بِأَيْيِكُمُ الْمَفْتُونُ

6. siapa di antara kamu yang gila.

7

إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

7. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah Yang Paling Mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya; dan Dialah Yang Paling Mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

8

فَلَا تُطِعِ الْمُكَذِّبِينَ

8. Maka janganlah kamu ikuti orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah).

9

وَدُّوا لَوْ تُدْهِنُ فَيُدْهِنُونَ

9. Maka mereka menginginkan supaya kamu bersikap lunak lalu mereka bersikap lunak (pula kepadamu).

10

وَلَا تُطِعْ كُلَّ حَلَّافٍ مَهِينٍ

10. Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina,

11

هَمَّازٍ مَشَّاءٍ بِنَمِيمٍ

11. Orang yang ahli mencela, yang kian ke mari berjalan dengan adu domba

12

مَنَّاعٍ لِلْخَيْرِ مُعْتَدٍ أَثِيمٍ

12. yang banyak menghalangi pada perbuatan baik (pelit), yang melampaui batas lagi banyak dosa,

13

عُتُلٍّ بَعْدَ ذَٰلِكَ زَنِيمٍ

13. yang kaku kasar, selain dari itu, anak zina,

14

أَنْ كَانَ ذَا مَالٍ وَبَنِينَ

14. karena dia mempunyai (banyak) harta dan anak.

15

إِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِ آيَاتُنَا قَالَ أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ

15. Apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata: "(Ini adalah) tulisannya orang-orang dahulu kala".

16

سَنَسِمُهُ عَلَى الْخُرْطُومِ

16. Kelak akan Kami Alloh akan memberi tanda dia di hidung(nya).

17

إِنَّا بَلَوْنَاهُمْ كَمَا بَلَوْنَا أَصْحَابَ الْجَنَّةِ إِذْ أَقْسَمُوا لَيَصْرِمُنَّهَا مُصْبِحِينَ

17. Sesungguhnya Kami telah mencobai mereka (musyrikin Mekah) sebagaimana Kami telah mencobai pemilik-pemilik kebun, ketika mereka bersumpah bahwa mereka sungguh-sungguh akan memetik hasil nya (memanen) di pagi hari,

18

وَلَا يَسْتَثْنُونَ

18. dan mereka tidak menyisihkan (hak fakir miskin), (danmereka tidak menyebut Asma' Alloh)

19

فَطَافَ عَلَيْهَا طَائِفٌ مِنْ رَبِّكَ وَهُمْ نَائِمُونَ

19. lalu kebun itu diliputi malapetaka (yang datang) dari Tuhanmu ketika mereka sedang tidur,

20

فَأَصْبَحَتْ كَالصَّرِيمِ

20. maka jadilah kebun itu hitam seperti malam yang gelap gulita.

21

فَتَنَادَوْا مُصْبِحِينَ

21. lalu mereka panggil memanggil di pagi hari:

22

أَنِ اغْدُوا عَلَىٰ حَرْثِكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَارِمِينَ

22. "Pergilah diwaktu pagi (ini) ke kebunmu jika kamu hendak memetik buahnya".

23

فَانْطَلَقُوا وَهُمْ يَتَخَافَتُونَ

23. Maka pergilah mereka saling berbisik-bisik.(menyamarkan dari orang orang miskin)

24

أَنْ لَا يَدْخُلَنَّهَا الْيَوْمَ عَلَيْكُمْ مِسْكِينٌ

24. "Pada hari ini janganlah ada seorang miskinpun masuk ke dalam kebunmu".

25

وَغَدَوْا عَلَىٰ حَرْدٍ قَادِرِينَ

25. Dan berangkatlah mereka di pagi hari dengan niat menghalangi (orang-orang miskin) padahal mereka (menolongnya).

26

فَلَمَّا رَأَوْهَا قَالُوا إِنَّا لَضَالُّونَ

26. Tatkala mereka melihat kebun itu, mereka berkata: "Sesungguhnya kita benar-benar orang-orang yang sesat (jalan),

27

بَلْ نَحْنُ مَحْرُومُونَ

27. bahkan kita dihalangi (dari memperoleh hasilnya)".
(tidak mendapatkan rizki dari Alloh)

28

قَالَ أَوْسَطُهُمْ أَلَمْ أَقُلْ لَكُمْ لَوْلَا تُسَبِّحُونَ

28. Berkatalah seorang yang paling baik pikirannya di antara mereka (orang iman): "Bukankah aku telah mengatakan kepadamu, hendaklah kamu bertasbih (kepada Tuhanmu)?"(membaca asma' Alloh)

29

قَالُوا سُبْحَانَ رَبِّنَا إِنَّا كُنَّا ظَالِمِينَ

29. Mereka mengucapkan: "Maha Suci Tuhan kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim".

30

فَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ يَتَلَاوَمُونَ

30. Lalu sebahagian mereka menghadapi sebahagian yang lain seraya cela mencela.
(terlambat dan penuh penyesalan))

31

قَالُوا يَا وَيْلَنَا إِنَّا كُنَّا طَاغِينَ

31. Mereka berkata: "Aduhai celakalah kita; sesungguhnya kita ini adalah orang-orang yang durhaka".

32

عَسَىٰ رَبُّنَا أَنْ يُبْدِلَنَا خَيْرًا مِنْهَا إِنَّا إِلَىٰ رَبِّنَا رَاغِبُونَ

32. Mudah-mudahan  kita memberikan ganti kepada kita dengan (kebun) yang lebih baik daripada itu; sesungguhnya kita mengharapkan ampunan dari Tuhan kita.

33

كَذَٰلِكَ الْعَذَابُ ۖ وَلَعَذَابُ الْآخِرَةِ أَكْبَرُ ۚ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

33. Seperti itulah azab (dunia). Dan sesungguhnya azab akhirat lebih besar jika mereka mengetahui.

34

إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتِ النَّعِيمِ

34. Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa (disediakan) surga-surga yang penuh kenikmatan di sisi Tuhannya.

35

أَفَنَجْعَلُ الْمُسْلِمِينَ كَالْمُجْرِمِينَ

35. Maka apakah patut Kami menjadikan orang-orang Islam itu sama dengan orang-orang yang berdosa (orang kafir)?

36

مَا لَكُمْ كَيْفَ تَحْكُمُونَ

36. Atau adakah kamu (berbuat demikian): bagaimanakah kamu mengambil keputusan?

37

أَمْ لَكُمْ كِتَابٌ فِيهِ تَدْرُسُونَ

37. Atau adakah kamu mempunyai sebuah kitab (yang diturunkan Allah) yang kamu membacanya?,

38

إِنَّ لَكُمْ فِيهِ لَمَا تَخَيَّرُونَ

38. bahwa di dalamnya (kitab) kamu benar-benar boleh memilih apa yang kamu sukai untukmu.

39

أَمْ لَكُمْ أَيْمَانٌ عَلَيْنَا بَالِغَةٌ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ ۙ إِنَّ لَكُمْ لَمَا تَحْكُمُونَ

39. Atau apakah kamu memperoleh janji yang diperkuat dengan sumpah dari Kami, yang tetap berlaku sampai hari kiamat; yang isinya sesungguhnya kamu benar-benar dapat mengambil keputusan (sekehendakmu)?

40

سَلْهُمْ أَيُّهُمْ بِذَٰلِكَ زَعِيمٌ

40. Tanyakanlah kepada mereka: "Siapakah di antara mereka yang bertanggung jawab terhadap keputusan yang diambil itu?"

41

أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ فَلْيَأْتُوا بِشُرَكَائِهِمْ إِنْ كَانُوا صَادِقِينَ

41. Atau apakah mereka mempunyai sekutu-sekutu (berhala berhala) ? Maka hendaklah mereka mendatangkan sekutu-sekutunya jika mereka adalah orang-orang yang benar.

42

يَوْمَ يُكْشَفُ عَنْ سَاقٍ وَيُدْعَوْنَ إِلَى السُّجُودِ فَلَا يَسْتَطِيعُونَ

42. Pada hari betis disingkapkan dan mereka dipanggil untuk bersujud; maka mereka tidak kuasa,

43

خَاشِعَةً أَبْصَارُهُمْ تَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ ۖ وَقَدْ كَانُوا يُدْعَوْنَ إِلَى السُّجُودِ وَهُمْ سَالِمُونَ

43. (dalam keadaan) pandangan mereka tunduk ke bawah, lagi mereka diliputi kehinaan. Dan sesungguhnya mereka dahulu (di dunia) diseru untuk bersujud (sholat) dan mereka dalam keadaan selamat (tidak mau ).

44

فَذَرْنِي وَمَنْ يُكَذِّبُ بِهَٰذَا الْحَدِيثِ ۖ سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُونَ

44. Maka serahkanlah (ya Muhammad) kepada-Ku (urusan) orang-orang yang mendustakan perkataan ini (Al Quran).(mansyuh/diganti dengan ayat perang maksudnya mereka orang-orang kafir qurais saat itu supaya diperangi) Nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan) dari arah yang tidak mereka ketahui,

45

وَأُمْلِي لَهُمْ ۚ إِنَّ كَيْدِي مَتِينٌ

45. dan Aku memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku amat tangguh.

46

أَمْ تَسْأَلُهُمْ أَجْرًا فَهُمْ مِنْ مَغْرَمٍ مُثْقَلُونَ

46. Apakah kamu meminta upah kepada mereka, lalu mereka diberati dengan hutang?

47

أَمْ عِنْدَهُمُ الْغَيْبُ فَهُمْ يَكْتُبُونَ

47. Ataukah ada pada mereka ilmu tentang yang ghaib lalu mereka menulis (padanya apa yang mereka tetapkan)?

48

فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلَا تَكُنْ كَصَاحِبِ الْحُوتِ إِذْ نَادَىٰ وَهُوَ مَكْظُومٌ

48. Maka bersabarlah kamu (hai Muhammad) terhadap ketetapan Tuhanmu,(mansyuh nasehnya syaif) dan janganlah kamu seperti orang yang berada dalam (perut) ikan (Nabi Yunus) ketika ia berdoa sedang ia dalam keadaan marah (kepada kaumnya).

49

لَوْلَا أَنْ تَدَارَكَهُ نِعْمَةٌ مِنْ رَبِّهِ لَنُبِذَ بِالْعَرَاءِ وَهُوَ مَذْمُومٌ

49. Kalau sekiranya ia tidak segera mendapat nikmat dari Tuhannya, benar-benar ia dicampakkan ke tanah tandus dalam keadaan tercela.

50

فَاجْتَبَاهُ رَبُّهُ فَجَعَلَهُ مِنَ الصَّالِحِينَ

50. Lalu Tuhannya memilihnya dan menjadikannya termasuk orang-orang yang saleh.

51

وَإِنْ يَكَادُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَيُزْلِقُونَكَ بِأَبْصَارِهِمْ لَمَّا سَمِعُوا الذِّكْرَ وَيَقُولُونَ إِنَّهُ لَمَجْنُونٌ

51. Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu benar-benar hampir menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, tatkala mereka mendengar Al Quran dan mereka berkata: "Sesungguhnya ia (Muhammad) benar-benar orang yang gila".

52

وَمَا هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِلْعَالَمِينَ

52. Dan Al Quran itu tidak lain hanyalah peringatan bagi seluruh umat.(umat manusia dan jin)

Rabu, 24 Mei 2017

Babnya Tentang Was was atau Ragu-ragu dalam Thalaq


٧ - الطلاق » ٧٢٠ - في الوسوسة بالطلاق

Babnya Tentang Was was atau Ragu-ragu dalam Thalaq

١٨٨٨ - حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ زُرَارَةَ بْنِ أَوْفَى عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ تَجَاوَزَ لِأُمَّتِي عَمَّا لَمْ تَتَكَلَّمْ بِهِ أَوْ تَعْمَلْ بِهِ وَبِمَا حَدَّثَتْ بِهِ أَنْفُسَهَا

1888. Telah menceritakan kepada kami Muslim bin Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Hisyam dari Qatadah, dari Zurarah bin Aufa, dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Sesungguhnya Allah mengampuni bagi umatku tentang sesuatu  yang belum mereka ucapkan dan belum mereka lakukan, serta sesuatu yang terbetik dalam pikirannya."

HR.Sunan Abu Dawud 2209

Sesuatu yang masih dalam angan-angan itu tidak terjadi seperti Thalaq atau mempunyai sifat dengki , Akan tetapi apabila diucapkan dan dikerjakan maka itu terjadi.

١٨٨٨ - حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ زُرَارَةَ بْنِ أَوْفَى عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ تَجَاوَزَ لِأُمَّتِي عَمَّا لَمْ تَتَكَلَّمْ بِهِ أَوْ تَعْمَلْ بِهِ وَبِمَا حَدَّثَتْ بِهِ أَنْفُسَهَا

1888. Telah menceritakan kepada kami Muslim bin Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Hisyam dari Qatadah, dari Zurarah bin Aufa, dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Sesungguhnya Allah mengampuni bagi umatku tentang sesuatu  yang belum mereka ucapkan dan belum mereka lakukan, serta sesuatu yang terbetik dalam pikirannya."

HR.Sunan Abu Dawud 2209

Sesuatu yang masih dalam angan-angan itu tidak terjadi seperti Thalaq atau mempunyai sifat dengki , Akan tetapi apabila diucapkan dan dikerjakan maka itu terjadi.

Sabtu, 20 Mei 2017

Makna Surat Al-Mulk

Mengkaji Surat :
AL-MULK [ 30 ]

1

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

ِ تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

1. Maha Suci Allah Yang di tangan-Nya-lah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu,

2

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

2. Yang menjadikan mati dan hidup, (tujuannya) supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,

3

الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ طِبَاقًا ۖ مَا تَرَىٰ فِي خَلْقِ الرَّحْمَٰنِ مِنْ تَفَاوُتٍ ۖ فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرَىٰ مِنْ فُطُورٍ

3. Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Allah Yang Maha Pemurah pada sesuatu yang cacat (sempurna semua). Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang pecah?

4

ثُمَّ ارْجِعِ الْبَصَرَ كَرَّتَيْنِ يَنْقَلِبْ إِلَيْكَ الْبَصَرُ خَاسِئًا وَهُوَ حَسِيرٌ

4. Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu yang hina dan penglihatanmu itupun dalam keadaan menyesal.(kenapa kok saya hanya melihat saja)

5

وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَجَعَلْنَاهَا رُجُومًا لِلشَّيَاطِينِ ۖ وَأَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيرِ

5. Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit dunia yang dekat dengan bintang-bintang, dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan-syaitan, dan Kami sediakan bagi mereka (syaitan2) siksa neraka yang menyala-nyala.

6

وَلِلَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ

6. Dan bagi mereka orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, memperoleh azab Jahannam. Dan itulah Erni tempat kembali.

7

إِذَا أُلْقُوا فِيهَا سَمِعُوا لَهَا شَهِيقًا وَهِيَ تَفُورُ

7. Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya mereka (orang2 kafir) mendengar suara neraka yang keras/mengerikan, sedangkan neraka itu mendidih/menggelegak,

8

تَكَادُ تَمَيَّزُ مِنَ الْغَيْظِ ۖ كُلَّمَا أُلْقِيَ فِيهَا فَوْجٌ سَأَلَهُمْ خَزَنَتُهَا أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَذِيرٌ

8. hampir-hampir (neraka) itu suara dan rupanya berbeda-bada lantaran marah-marah. Setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekumpulan (orang-orang kafir), penjaga-penjaga (neraka itu) ( ada 19 malaikat penjaga) bertanya kepada mereka: "Apakah belum pernah datang kepada kamu (di dunia) seorang pemberi kabar takut/ peringatan?"

9

قَالُوا بَلَىٰ قَدْ جَاءَنَا نَذِيرٌ فَكَذَّبْنَا وَقُلْنَا مَا نَزَّلَ اللَّهُ مِنْ شَيْءٍ إِنْ أَنْتُمْ إِلَّا فِي ضَلَالٍ كَبِيرٍ

9. Mereka menjawab: "Benar ada", sesungguhnya telah datang kepada kami seorang pemberi kabar takut/ peringatan, maka kami mendustakan(nya) dan kami katakan: "Allah tidak menurunkan sesuatupun; kamu tidak lain hanyalah di dalam kesesatan yang besar".

10

وَقَالُوا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِي أَصْحَابِ السَّعِيرِ

10. Dan mereka berkata: "Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala".

11

فَاعْتَرَفُوا بِذَنْبِهِمْ فَسُحْقًا لِأَصْحَابِ السَّعِيرِ

11. Mereka mengakui sebab dosa-dosa mereka. Maka kebinasaanlah bagi penghuni-penghuni neraka Sya'ir neraka yang menyala-nyala.

12

إِنَّ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَيْبِ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ كَبِيرٌ

12. Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya Yang goyib yang tidak nampak oleh mereka , mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.(berupa surga)

13

وَأَسِرُّوا قَوْلَكُمْ أَوِ اجْهَرُوا بِهِ ۖ إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ

13. Dan kalian orang-orang iman rahasiakanlah perkataanmu atau dengan mengeraskan suara; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati.

14

أَلَا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ

14.  Ketahuilah Allah maha mengetahui pada orang yang dia ciptakan dan Dia Maha lembut lagi Maha waspada

15

هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ ذَلُولًا فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِنْ رِزْقِهِ ۖ وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

15. Dialah Zat Yang menjadikan bumi itu mudah untuk kamu, maka berjalanlah kalian di tinggi rendahnya bumi (disegala penjurunya) dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.

16

أَأَمِنْتُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ أَنْ يَخْسِفَ بِكُمُ الْأَرْضَ فَإِذَا هِيَ تَمُورُ

16. Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit bahwa Dia akan menterbenamkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu bergoncang?,

17

أَمْ أَمِنْتُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ أَنْ يُرْسِلَ عَلَيْكُمْ حَاصِبًا ۖ فَسَتَعْلَمُونَ كَيْفَ نَذِيرِ

17. atau apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit bahwa Dia akan mengirimkan badai yang berbatu. Maka kelak kamu akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku?

18

وَلَقَدْ كَذَّبَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَكَيْفَ كَانَ نَكِيرِ

18. Dan sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka kafir telah mendustakan (rasul-rasul-Nya). Maka alangkah hebatnya kemurkaan-Ku.

19

أَوَلَمْ يَرَوْا إِلَى الطَّيْرِ فَوْقَهُمْ صَافَّاتٍ وَيَقْبِضْنَ ۚ مَا يُمْسِكُهُنَّ إِلَّا الرَّحْمَٰنُ ۚ إِنَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ بَصِيرٌ

19. Dan apakah mereka tidak memperhatikan terhadap burung-burung  yang berberis-baris dan menelangkupkan  sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) Kecuali Alloh Yang mempunyai sifat Ar-Rahman. Sesungguhnya Dia Maha Waspada terhadap segala sesuatu.

20

أَمَّنْ هَٰذَا الَّذِي هُوَ جُنْدٌ لَكُمْ يَنْصُرُكُمْ مِنْ دُونِ الرَّحْمَٰنِ ۚ إِنِ الْكَافِرُونَ إِلَّا فِي غُرُورٍ

20. (Apakah itu yang kamu andalkan) apakah berhala ini  yang kamu  jadikan sebagai tentara kalian   yang kalian anggap bisa  menolong kalian selain daripada Allah Yang Maha Pemurah? Orang-orang kafir itu tidak lain hanyalah dalam (keadaan) tertipu.

21

أَمَّنْ هَٰذَا الَّذِي يَرْزُقُكُمْ إِنْ أَمْسَكَ رِزْقَهُ ۚ بَلْ لَجُّوا فِي عُتُوٍّ وَنُفُورٍ

21. Atau siapakah dia yang memberi kamu rezeki jika Allah menahan rezeki-Nya? Sebenarnya mereka terus menerus dalam kesombongan dan menjauhkan diri? dari Alloh

22

أَفَمَنْ يَمْشِي مُكِبًّا عَلَىٰ وَجْهِهِ أَهْدَىٰ أَمَّنْ يَمْشِي سَوِيًّا عَلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

22. Maka apakah orang yang berjalan terjungkal di atas mukanya itu lebih banyak mendapatkan petunjuk ataukah orang yang berjalan dengan sempurna  di atas jalan yang lurus? (Yang mendapat petunjuk adalahorang yang meneyati agama yang benar sesuai Al-Qur'an dan Al-Hadist dengar Muhlis)

23

قُلْ هُوَ الَّذِي أَنْشَأَكُمْ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ ۖ قَلِيلًا مَا تَشْكُرُونَ

23. Katakanlah: "Dialah Yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati". (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur.

24

قُلْ هُوَ الَّذِي ذَرَأَكُمْ فِي الْأَرْضِ وَإِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

24. Katakanlah: "Dialah Yang menjadikan kamu berkembang biak di muka bumi, dan hanya kepada-Nya-lah kamu kelak dikumpulkan".

25

وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَٰذَا الْوَعْدُ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

25. Dan mereka berkata: "Kapankah datangnya ancaman Qiamat itu jika kamu adalah orang-orang yang benar?"

26

قُلْ إِنَّمَا الْعِلْمُ عِنْدَ اللَّهِ وَإِنَّمَا أَنَا نَذِيرٌ مُبِينٌ

26. Katakanlah: "Sesungguhnya ilmu (tentang hari kiamat itu) hanya pada sisi Allah. Dan sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan".

27

فَلَمَّا رَأَوْهُ زُلْفَةً سِيئَتْ وُجُوهُ الَّذِينَ كَفَرُوا وَقِيلَ هَٰذَا الَّذِي كُنْتُمْ بِهِ تَدَّعُونَ

27. Ketika mereka kafir melihat azab (pada hari kiamat) sudah dekat, muka orang-orang kafir itu menjadi muram (takut). Dan dikatakan (kepada mereka) inilah (azab) yang dahulunya kamu selalu meminta-mintanya.

28

قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَهْلَكَنِيَ اللَّهُ وَمَنْ مَعِيَ أَوْ رَحِمَنَا فَمَنْ يُجِيرُ الْكَافِرِينَ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ

28. Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku jika Allah mematikan aku dan orang-orang yang bersama dengan aku atau memberi rahmat kepada kami, (maka kami akan masuk surga), tetapi siapakah yang dapat melindungi orang-orang yang kafir dari siksa yang pedih?"

29

قُلْ هُوَ الرَّحْمَٰنُ آمَنَّا بِهِ وَعَلَيْهِ تَوَكَّلْنَا ۖ فَسَتَعْلَمُونَ مَنْ هُوَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

29. Katakanlah: "Dialah Allah Yang Maha Penyayang kami beriman kepada-Nya dan kepada-Nya-lah kami bertawakkal. Kelak kamu akan mengetahui siapakah yang berada dalam kesesatan yang nyata".

30

قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَصْبَحَ مَاؤُكُمْ غَوْرًا فَمَنْ يَأْتِيكُمْ بِمَاءٍ مَعِينٍ

30. Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu menjadi kering; maka siapakah yang akan mendatangkan air yang mengalir bagimu?"
Hanyalah Alloh